Akibat Komplikasi Jika Ibu Hamil Malas Gerak

Akibat Komplikasi Jika Ibu Hamil Malas Gerak

Kesehatan janin sangat tergantung dengan sang ibu. Bila sang ibu sehat, maka janin juga akan sehat.

Nah, apa jadinya jika ibu hamil malas gerak? Pastinya akan berdampak negatif dan mengancam kesehatan serta keselamatan janin.

Komplikasi yang terjadi saat ibu hamil punya kebiasaan malas gerak.

Komplikasi diabetes gestasional pada ibu hamil

Tingkat gula darah yang tidak terkontrol pada ibu hamil dengan diabetes gestasional menimbulkan beberapa masalah, di antaranya:

Berat lahir bayi cukup besar

Hal ini akan menyulitkan ibu saat bersalin. Jika dipaksakan, risiko kerusakan saraf karena tekanan pada area bahu bisa terjadi. Untuk itu, tim medis akan merekomendasikan ibu hamil untuk melahirkan anaknya melalui operasi caesar.

Preeklampsia

Jika ibu hamil memiliki hipertensi sekaligus diabetes gestasional, risiko preeklampsia akan semakin besar. Menyebabkan bayi prematur dan ibu hamil rentan mengalami kejang atau stroke selama persalinan.

Hipoglikemia

Diabetes gestasional yang tidak terkontrol dapat menyebabkan hipoglikemia setelah melahirkan. Ini mengharuskan bayi diawasi gula darahnya selama beberapa jam setelah dilahirkan.

Komplikasi depresi pada ibu hamil

Depresi saat hamil yang tidak diobati berpotensi menimbulkan risiko yang berbahaya bagi ibu dan janin. Kondisi ini dapat menyebabkan bayi lahir prematur, bayi lahir dengan berat rendah, atau masih lahir dengan masalah perkembangan.

Lebih buruk lagi, ibu hamil dengan depresi juga dapat melakukan hal-hal yang membahayakan diri dengan mencoba bunuh diri.

Jika depresi masih terjadi setelah melahirkan, perkembangan anak juga akan terganggu. Anak akan menjadi lebih impulsif, kurang dalam hal kognitif, lebih emosional. dam sulit berinteraksi dengan baik.

Komplikasi hipertensi pada ibu hamil

Hipertensi selama kehamilan yang tidak diobati serta kebiasaan malas gerak yang tidak dihilangkan menyebabkan komplikasi, termasuk di antaranya:

baca juga  Meskipun Mirip, Begini Cara Membedakan Gejala Tipes dan DBD

Preeklampsia

Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada organ vital, sepeti otak dan ginjal. Preeklampsia yang juga dikenal sebagai toksemia, menyebabkan kejang. Jika tidak segera di tangani, berakibat fatal. Gejala preeklampsia yang mungkin terjadi pada wanita hamil, meliputi:

  • Wajah dan tangan membengkak tidak normal
    Terus merasakan sakit kepala dan pandangan mata terganggu
    Sakit pada perut bagian atas diserta mual dan muntah
    Kesulitan bernapas
    Sindrom HELLP

Sindrom HELLP menggambarkan berbagai kondisi, seperti hemolisis, peningkatan enzim hati, dan jumlah trombosit yang rendah. Kondisi ini sangat parah dan mengancam jiwa. Ini bisa terjadi jika preeklampsia tidak segera ditangani.

Komplikasi lainnya

Hipertensi tak hanya berbahaya bagi sang ibu, tingkat pertumbuhan janin juga bisa terganggu. Kondisi ini bisa menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah, termasuk dengan komplikasi lain, seperti:

Solusio plasenta: plasenta yang terlepas dari uterus sebelum waktunya sehingga menyebabkan aliran darah dan nutrisi untuk bayi terputus

Caesar dan kelahiran prematur: supaya ibu dan janin selamat, bayi akan dilahirkan secara prematur dengan operasi caesar.

Jika bermanfaat. Silakan Share :