Anak Pintar tanpa Gadget versi Psikolog

Read Time:1 Minute, 6 Second

Di zaman teknologi canggih, penggunaan gadget telah mencapai dunia anak-anak. Banyak orang tua memberikan gadget karena berbagai alasan, seperti penangkal rewelnya, supaya mau makan atau menghibur anak-anak selagi orang tua mereka membersihkan rumah.

Psikolog dari Universitas Indonesia, Rose Mini Agoes Salim mengatakan gadget sejatinya tidak perlu diperkenalkan kepada anak. “Pada batita, balita, bahkan, anak sekolah dasar tidak perlu lama-lama bermain gadget,” kata Rose Mini Agoes Salim.

 

Menurut dia, gadget di usia batita dan balita bisa menganggu perkembangan anak karena kurangnya pemberian stimulasi. Mulai dari stimulasi kognitif, motorik halus, motorik kasar, sensorik, psikologi sosial, dan lainnya.

 

Bila orang tua ingin memperkenalkan warna dan bentuk kepada batita dan balita, Rose Mini menyarankan berkreasilah dengan peralatan yang ada di rumah. Misalnya kotak tempat makan, taplak meja, atau tanaman dan bunga di teras. Ajak anak bicara agar terstimulasi kognitif, bahasa, dan kemampuan psikologi sosialnya.

 

Rose Mini mengingatkan, ketika anak menonton video maka hanya satu kegiatan yang dilakukan. Sementara ketika diajak bicara oleh orang tua, anak belajar mempelajari ekspresi, membangun ikatan bersama, dan belajar bahasa ibu.

 

“Jangan salahkan anak Anda jadi sulitnya berkomunikasi dan terbuka ketika tumbuh dewasa jika saat kecil tidak pernah diajak bicara,” kata Rose. Mengasuh anak adalah keharusan bagi orang tua, jangan menggunakan gaya disambi, jadi orang tua harus kreatif dan terlibat dua-duanya, ayah dan ibu.”

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Jika bermanfaat. Silakan Share :
baca juga  Gerakan Simpel yang direkomendasikan Bagi Ibu Hamil

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *