Antraks: Obat, Gejala, Penyebab, Pencegahan

Antraks: Obat, Gejala, Penyebab, Pencegahan

Pengertian Antraks

Antraks (penyakit sapi gila) atau infeksi bakteri serius yang disebabkan bakteri Bacillus anthracis. Dalam keadaan normal, bakteri yang hidup di tanah menghasilkan spora tidak aktif. Saat spora menjadi aktif setelah masuki tubuh binatang atau manusia.

Spora aktif mulai membelah, menghasilkan racun, menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan penyakit kronis. Penyakit sapi gila ini dapat merusak kulit, paru-paru dan, saluran pencernaan. Antraks memang berbahaya, sekarang dapat diobati dengan antibiotik atau Vaksin jika terdeteksi dini.

Bakteri antraks dapat menghasilkan spora yang dapat bertahan hingga bertahun-tahun di tanah di mana jika ada tempat yang dapat membuat bakteri masuk ke dalam tubuh, misalnya luka, maka spora tersebut dapat terbuka dan melepaskan bakteri ke dalam tubuh yang menimbulkan penyakit antraks. Selain itu, seseorang dapat berisiko untuk terkena penyakit antraks jika bekerja di laboratorium, terlibat perang, atapun terorisme (bioterorisme).

 

Penyebab dan Gejala Antraks

Penyebab penyakit antraks adalah masuknya bakteri Bacillus anthracis ke dalam tubuh yang dapat melalui:

  • Kulit (Kutaneus)

Antraks ini disebabkan infeksi bakteri yang mengenai kulit. Kondisi ini biasanya terjadi pada kulit yang terluka dan terinfeksi oleh bakteri Bacillus anthracis. Jenis ini merupakan yang paling sering. Keluhan yang timbul adalah luka gatal berwarna hitam (seperti, batu bara), yang disertai dengan nyeri, demam, dan muntah. Apabila tidak diterapi yang sesuai, maka kondisi ini dapat berakibat fatal.

  • Pencernaan (Gastrointestinal)

Mengonsumsi daging binatang yang terkontaminasi bakteri penyebab antraks dapat menimbulkan infeksi pada saluran pencernaan. Keluhan pengidap dapat berupa nyeri perut, muntah darah, dan diare berat. Bentuk ini termasuk yang paling jarang dari antraks.

  • Inhalasi (menghirup bakteri)

Apabila menghirup spora bakteri antraks, maka bakteri dapat masuk ke saluran napas yang menginfeksi paru-paru. Pada awal infeksi, keluhan akan mirip, seperti gejala flu, misalnya sesak napas, batuk, demam, dan meriang. Jika tidak segera diterapi dengan tepat, maka gejala akan memberat menjadi pneumonia dan infeksi akan menyebar pada kelenjar getah bening paru. Pada kondisi yang sudah berat, pengidap dapat mengalami sesak napas berat dan kehilangan kesadaran, hingga kematian.

baca juga  Anak Balita Terlalu Agresif, Normal atau Tidak?

Faktor Risiko Antraks

Hal-hal yang menyebabkan seseorang berisiko untuk mengidap antraks, antara lain:

  • Bekerja di peternakan
  • Tinggal di dekat peternakan
  • Bekerja di perusahaan yang mengolah produk daging hewan yang berisiko antraks
  • Wisatawan
  • Pekerja Laboratorium
  • Pekerja militer
  • Pekerja pengiriman barang atau surat (terkait bioterorisme).

 

Diagnosis Antraks

Penegakkan diagnosis akan dilakukan oleh dokter berdasarkan riwayat tinggal, pekerjaan, perjalanan/bepergian sebelumnya, dan keluhan yang dialami. Selanjutnya, akan dilakukan pemeriksaan fisik untuk melihat apakah ada tanda yang menunjukkan penyakit antraks. Jika didapatkan kecurigaan antraks, maka dilakukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan diagnosis:

  • Pemeriksaan Kulit

Pemeriksaan dilakukan dengan pengambilan sampel cairan atau luka di kulit yang dicurigai terkena antraks untuk diperiksa di laboratorium.

  • Pemeriksaan Darah

Pemeriksaan sampel darah dapat dilakukan untuk mendeteksi bakteri penyebab antraks dengan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) atau kultur darah.

  • Rontgen Dada atau CT Scan

Rontgen dada atau CT Scan dapat membantu untuk melihat adanya infeksi paru atau pneumonia.

  • Pemeriksaan Feses (Tinja)

Pemeriksaan ini dilakukan jika ada kecurigaan pada antraks gastrointestinal.

  • Pemeriksaan Cairan Sumsum Tulang

Pemeriksaan ini dilakukan dengan pengambilan cairan dari tulang punggung untuk mendiagnosis antraks meningitis.

 

Pengobatan dan Efek Samping Antraks

Sebagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri, terapi antraks adalah dengan menggunakan antibiotik. Pemberian antibiotik sejak dini sangat penting, karena keterlambatan pengobatan dapat berakibat pada kematian. Antibiotik dapat diberikan secara oral (diminum) maupun intravena (langsung dimasukkan ke darah). Beberapa jenis antibiotik yang dapat digunakan, seperti golongan fluorokuinolondoksisiklin, ataupun penisisin.

Pencegahan Antraks

Pencegahan terhadap antraks dapat dilakukan dengan beberapa cara:

  • Menggunakan alat pelindung diri, seperti masker, sarung tangan, baju panjang, dan sepatu tertutup saat bekerja di peternakan atau tempat pengolahannya.
  • Memberikan vaksinasi lengkap terhadap hewan ternak.
  • Memakan makanan yang higienis.
  • Segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan yang sesuai dengan gejala antraks dan terdapat faktor risiko.
baca juga  Obat Herbal Paru Paru Basah Alami dan Berkhasiat

 

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila mengalami keluhan yang sesuai dengan tanda dan gejala antraks, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat dan jelaskan kondisi yang dialami.

Jika bermanfaat. Silakan Share :