Pahami Frekuensi Normal Buang Air Besar Bayi

Mom, menjadi seorang ibu tentu menjadi pengalaman yang menyenangkan. Banyak hal baru yang perlu mom ketahui. Tentu kadang perlu kesabaran dan pengetahuan yang tepat agar tidak salah dalam bersikap. Salah satu hal yang perlu mom ketahui adalah tentang frekuensi normal buang air besar pada bayi.

Bayi Baru Lahir akan Lebih Sering BAB Hingga 10 Kali Sehari

Bayi yang baru lahir biasanya memiliki pola buang air besar (BAB) yang lebih sering, bahkan bisa mencapai 10 kali dalam sehari. Semakin besar usia bayi maka frekuensinya semakin jarang dibandingkan saat bayi masih berumur kurang dari dua bulan. Tapi tenang saja, itu adalah hal yang normal terutama pada bayi yang mendapatkan ASI (Air Susu Ibu). Asupan nutrisi yang dikonsumsi bayi juga mempengaruhi frekuensi buang air besarnya.

ASI atau Sufor, jumlah cairan yang masuk atau adanya bakteri dalam bayi mempengaruhi normal tidaknya buang air besar bayi. Lalu berapa kali normalnya bayi buang air besar?

“Usia 2 minggu sampai 1 bulan bayi akan sering BAB terutama bagi bayi yang mendapatkan ASI, karena di dalam ASI ada zat pencaharnya, dan itu adalah hal yang normal,” ujar dr Rosalina Dewi Roeslani, SpA(K) dalam acara MamyPoko mendampingi ibu mendapatkan pemahaman yang tepat seputar mitos perawatan bayi baru lahir di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta

Bayi yang berumur kurang dari dua bulan umumnya buang air besar 1 sampai 8 kali sehari. Untuk bayi usia 2-6 bulan, frekuensi buang air besar 3 kali sehari. Sedangkan, untuk bayi 6-12 bulan buang air besar 2-4 kali sehari. Jika bayi lebih atau kurang dari itu buang air besarnya ada baiknya mom segera konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik.

baca juga  Traveling Ibu Hamil Sebaiknya Usia Kandungan Berapa Bulan?

(Foto: thinkstock)


dr Rosalina
menjelaskan BAB yang sering pada bayi ini juga berfungsi untuk mengeluarkan bilirubin yang terkandung di dalam tubuh bayi. Hal ini karena pada usia 2 hari bayi akan mengalami bilirubin fisiologis karena sel darahnya pecah.”Bilirubin dalam tubuh bayi itu dikeluarkan melalui feses dan juga urine bayi, jadi semua hal yang terjadi pada bayi itu ada fungsinya,” ujar dr Rosalina yang berpraktek di RS Gandaria dan RSCM ini.

Namun BAB yang dialami oleh bayi baru lahir ini biasanya berbentuk cair dan hanya sedikit, jika menggunakan popok sekali pakai maka BAB ini biasanya akan terserap oleh popok.

Tapi jika feses ada ampasnya, maka segera ganti popok yang digunakan dan jangan menunggu lama, karena di dalam feses ada zat yang bisa mengiritasi dan kontak feses serta urine yang terlalu lama bisa menyebabkan ruam.

dr Rosalina menyarankan jika bayi yang baru lahir BAB, maka cara membersihkannya adalah dengan menggunakan kapas serta air hangat dan sebaiknya hindari menggunakan bahan-bahan tertentu yang bisa merangsang iritasi.

“Bayi berusia 0-40 hari harus dijaga agar kulitnya tidak lembab, salah satu cara untuk mengurangi kelembaban kulit di daerah inguinal adalah menggunakan popok yang memiliki daya serap tinggi sehingga mengurangi pula risiko iritasi kulit bayi,” ungkapnya.

Beberapa hal diketahui bisa mempengaruhi terjadinya ruam popok seperti kontak dengan feses dan urine yang terlalu lama, mengonsumsi makanan tertentu, pemakaian popok yang terlalu ketat dan lama serta pemakaian zat-zat tertentu sebelum menggunakan popok.

“Jika mengalami ruam, ibu bisa cari salep yang mengandung bahan dasar zinc, kalau ringan biasanya ia akan membaik. Tapi kalau tidak membaik sebaiknya konsultasikan ke ahlinya karena takut akibat infeksi bakteri atau jamur,” ungkapnya.

baca juga  Tanda Air Kencing Sehat atau Tidak, Kenali Biar Gak Menyesal!

Selain itu dr Rosalina mengingatkan ibu untuk selalu awas dan tidak membiarkan bayinya menggunakan popok sekali pakai seharian tanpa diganti. Ibu harus tahu kapan bayinya perlu diganti popok karena setiap bayi memiliki waktu yang berbeda.

“Respons yang cepat dari ibu untuk mengganti popok sekali pakai akan menghindari kulit bayi dari iritasi, sebaiknya setiap 2-3 jam sekali popok harus diganti,” ujar dr Rosalina dari Divisi Perinatologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Yang perlu mom ketahui, setiap anak memiliki kebiasaan yang berbeda. Semua tergantung dengan pola pencernaan dan jenis makanan yang dikonsumsi si kecil. Segera ganti popok dan bersihkan si kecil setelah ia buang air besar. Jangan lupa untuk selalu mengoleskan minyak telon untuk membantu si kecil tetap hangat dan nyaman.

Nah, semoga informasi Frekuensi Normal Buang Air Besar Bayi bermanfaat ya atau mom memiliki saran yang berbeda? Yuk, share di kolom komentar.

Jika bermanfaat. Silakan Share :