Cara E-Klaim BPJS Ketenagakerjaan

Seiring perkembangan teknologi, mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan kini sangatlah mudah. Pahami cara e-klaim BPJS Ketenagakerjaan yuk!

Siapkan laptop atau komputer yang sudah terkoneksi dengan internet, dan simak pembahasannya dalam artikel berikut ini!

Program BPJS Ketenagakerjaan

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau yang dulu dikenal sebagai Jamsostek merupakan program perlindungan sosial ekonomi bagi tenaga kerja dari negara.

Setiap perusahaan wajib untuk mengikutsertakan tenaga kerjanya dalam program ini.

Regulasi tersebut tertuang dalam Undang-undang No. 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja, yang kemudian diperbaharui pada 1 Januari 2014.

BPJS Ketenagakerjaan ini terbagi ke dalam empat program utama, yaitu Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Pensiun (JP).

Di antara keempat program, program JHT paling banyak mendapat perhatian para peserta BPJS karena berfungsi sebagai tabungan dana pensiun bagi pesertanya.

Saat BPJS Ketenagakerjaan masih milik BUMN yang disebut Jamsostek, syarat pencairan JHT cukup banyak, di antaranya hanya bisa dicairkan jika peserta sudah berusia 56 tahun dan menginjak masa pensiun, pindah ke luar negeri, diberhentikan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), atau karena cacat akibat aktivitas kerja.

Namun, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 60 tahun 2015 yang mulai berlaku sejak 1 September 2015, saldo JHT bisa diambil sebagian ataupun seluruhnya tanpa harus menunggu syarat usia kepesertaan 10 tahun atau usia minimal 56 tahun seperti yang tertera di peraturan sebelumnya (Peraturan Pemerintah (PP) No 46 tahun 2015).

Untuk klaim dana JHT, ada 2 kategori, yakni 10% dan 30%. Klaim 10% ini dikhususkan sebagai persiapan usia pensiun. Karyawanharus masih aktif bekerja di perusahaan yang membayar BPJS-nya.

Sementara, untuk klaim 30% dikhususkan sebagai bagian dari biaya membeli rumah, di mana pembelian rumah dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas KPR.

baca juga  Cara Mengatasi Insomnia Efektif Gejala, penyebab

Untuk klaim dana JHT 100% dibatasi bagi karyawan yang sudah berhenti bekerja, di-PHK, atau memasuki masa pensiun.

Cara permintaan E-Klaim BPJS Ketenagakerjaan

Ada dua cara yang bisa ditempuh bila Anda berencana mengklaim BPJS Ketenagakerjaan.

Pertama, datang langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan. Kedua, melakukan proses klaim elektronik melalui situs resmi BPJS Ketenagakerjaan alias e-Klaim.

Proses e-Klaim ini merupakan pelayanan berbasis teknologi yang disediakan untuk memudahkan para peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Tentunya, dengan melakukan e-Klaim, Anda bisa menghemat waktu dan energi ketimbang harus datang dan mengantre di kantor BPJS.

Perlu diketahui bahwa saat Anda ingin mengklaim dengan sistem manual, Anda akan menerima formulir yang sudah dilegalisasi BPJS. Kemudian Anda akan diminta datang kembali setelah menerima SMS dari pihak BPJS.

Terkadang ada batas kuota formulir perhari mengingat panjangnya antrean. Jika melebihi kuota, Anda terpaksa harus datang lagi di hari berikutnya

Maka dari itu, Anda harus memahami mekanisme, syarat, dan ketentuan e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan agar memudahkan untuk mencairkan dana JHT.

Lalu, bagaimana mekanisme, syarat, dan ketentuan yang harus diketahui bila ingin menggunakan fasilitas e-Klaim? Mari simak penjelasannya berikut ini:

  #1 Buat Akun Melalui Situs BPJS Ketenagakerjaan

Pertama, Anda harus membuat akun di situs resmi BPJS Ketenagakerjaan melalui link berikut sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/registrasi.bpjs.

Setelah itu, lengkapi isian data sebagai berikut:

Nomor KPJ Aktif: isi dengan nomor KPJ Anda, jumlahnya 11 digit
Nama: isi nama lengkap sesuai dengan e-KTP
Tanggal Lahir: isi dengan tanggal lahir, formatnya DDMMYY
Nomor e-KTP: isi nomor identitas sesuai e-KTP Anda, jumlahnya ada 16 digit
Nama Ibu Kandung: isi dengan nama ibu kandung sesuai e-KTP/KK
Nomor Handphone: isi dengan nomor ponsel yang masih aktif. Lewat nomor ini, Anda akan mendapatan kode verifikasi atau PIN
Email: isi alamat email yang masih aktif. Lewat email ini, Anda akan mendapatkan kode verifikasi atau PIN

baca juga  CT Scan

#2 Tunggu Email Berisi Kode Aktivasi

Selanjutnya, Anda akan mendapat email berisi kode aktivasi. Masukkan kode aktivasi tersebut pada kolom yang tersedia, lalu klik tombol Submit.

#3 Pilih Menu e-Klaim JHT

Kemudian, akan diarahkan ke laman BPJS Ketenagakerjaan Personal Service.

Kemudian, Anda perlu memilih menu e-Klaim JHT.

Laman ini hanya bisa diakses oleh pengguna yang akunnya telah terverifikasi. Untuk itu, pastikan dua langkah sebelumnya telah selesai dengan benar.

#4 Lengkapi Data pada Laman Pengajuan Klaim Elektronik

Selanjutnya setelah Anda memilih menu e-Klaim JHT, akan ditampilkan form Pengajuan Klaim Elektronik.

Tampilan laman Pengajuan Klaim Elektronik di situs resmi BPJS Ketenagakerjaan

Lengkapi data sesuai yang dibutuhkan:

Pilihan Kartu Peserta BPJS (Pilih “KPJ”)
Pilihan Aksi (Pilih “Pengajuan Klaim”)
Jenis Klaim (Pilih sesuai kondisi, contohnya “mengundurkan diri”).
Kemudian, lanjutkan dengan klik tombol Submit Form, perhatikan bagian “Informasi Transaksi”, lalu klik Lanjutkan.

 

#5 Menyiapkan Dokumen untuk e-Klaim

Apabila semua data di atas terisi dengan lengkap, Anda akan menerima SMS atau email pemberitahuan nomor PIN.

Anda hanya perlu mengisi  lengkap formulir yang muncul setelah laman “Pengajuan Klaim Elektronik”.

Isilah selengkap-lengkapnya dan sebenar-benarnya sesuai data asli.

Perlu Anda ingat, tahap ini ada pengisian data yang bersifat rahasia dan pribadi seperti nomor rekening dan nama bank yang akan menjadi alamat pengiriam transfer dana.

Kemudian, Anda akan diminta untuk mengunggah dokumen-dokumen pribadi.

Sama seperti sistem klaim manual, di mana Anda akan diharuskan untuk menyerahkan copy dokumen pribadi.

Tapi, pada proses e-klaim, Anda bisa men-scan dokumen tersebut dan melampirkannya dalam formulir yang harus Anda lengkapi.

Dokumen-dokumen yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

KTP
Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan/JAMSOSTEK
Kartu Keluarga (KK)
Paklaring (surat keterangan berhenti bekerja yang dikeluarkan oleh kantor perusahaan tempat Anda bekerja sebelumnya)
Buku tabungan bank
Setelah mengunggah dokumen tersebut, Anda akan menerima email berisi data pengajuan pencairan melalui fasilitas e-Klaim serta pemberitahuan cabang kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat untuk validasi data.

baca juga  Cholangitis

 

#6 Validasi Data

Bila Anda telah melakukan kelima tahap di atas, proses berikutnya adalah menunggu panggilan untuk datang ke kantor cabang BPJS sesuai yang Anda pilih.

Validasi pada umumnya membutuhkan waktu selama satu pekan.

Anda perlu membawa dokumen-dokumen asli yang telah Anda ungguh saat mendaftar e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan.

Dengan menggunakan jalur online, antrean Anda tidak akan terlalu lama.

Selanjutnya, Anda akan diminta mengurus proses transfer saldo BPJS Ketenagakerjaan yang membutuhkan waktu 10 hari kerja sampai dana JHT dikirim ke rekening Anda.

Mudahnya Proses e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan

Tentunya sistem e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan sangat memudahkan Anda untuk menarik dana JHT Anda tanpa harus menunggu di kantor BPJS Ketenagakerjaan.

Yang perlu Anda ingat, siapkan seluruh dokumen dengan lengkap dan jangan ada yang tertinggal saat melakukan validasi manual.

Karena, bila terjadi penolakan klaim, salah satu kemungkinannya adalah karena dokumen kurang lengkap.