Fibroid Rahim

Pengertian Fibroid Rahim

Fibroid rahim adalah pertumbuhan massa di dalam rahim atau di luar rahim yang tidak bersifat ganas. Fibroid rahim berasal dari sel otot polos rahim dan pada beberapa kasus juga berasal dari otot polos pembuluh darah Rahim.

Gejala Fibroid Rahim

Kebanyakan wanita tidak mempunyai gejala fibroid rahim. Gejala tergantung pada jumlah, ukuran, dan lokasi fibroid. Beberapa gejala umum:

  • menstruasi yang berkepanjangan.
  • Anemia, jumlah sel darah merah rendah.
  • Perdarahan antar periode.
  • Dispareunia, atau hubungan intim yang menyakitkan.
  • Sering buang air kecil, disebabkan oleh tekanan tumor pada kandung kemih.
  • Sakit atau tekanan di perut bagian bawah atau punggung bawah.

Penyebab Fibroid Rahim

Tidak ada yang tahu apa pemicu fibroids. Para peneliti berpikir ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya  hal tersebut. Faktor itu, yaitu:

  • Faktor hormonal (dipicu fluktuasi kadar estrogen dan progesteron).
  • Faktor genetis (berdasarkan garis keturunan).

Seperti halnya pemicu yang tidak jelas, hingga kini belum jelas faktor yang menyebabkan penyusutan fibroid. Hal yang diketahui bahwa fibroid berhubungan erat dengan kondisi hormon, baik estrogen ataupun progesteron. Fibroid diketahui bertambah besar saat seorang perempuan hamil, karena pada saat itu terjadi peningkatan kadar hormon, dan dipastikan menyusut jika seorang perempuan memasuki masa menopause, karena kadar hormon cenderung turun.

Faktor Risiko Fibroid Rahim

Berikut ini beberapa faktor yang harus dicermati sehubungan dengan pertumbuhan mioma meliputi:

  • Usia pengidap. Wanita kebanyakan mengalami mioma pada usia 40-an.
  • Hormon. Hormon estrogen dikatakan memiliki peran dalam pembentukan mioma.
  • Menstruasi. Wanita yang mendapatkan menstruasi pertama sebelum usia 10 tahun cenderung lebih rentan mengalami mioma.
  • Ras. Ternyata ras Afrika–Amerika mempunyai kemungkinan mengidap mioma 2,9 kali lebih tinggi dibandingkan wanita Kaukasia.
  • Berat badan. Suatu studi menyebutkan bahwa wanita mendapat kemungkinan mengidap miom sebesar 21 persen untuk setiap kenaikan 10 kg berat badan, yang diikuti dengan peningkatan indeks massa tubuh.
  • Diet. Peningkatan konsumsi daging merah diyakini dapat menaikkan risiko mioma. Sebaliknya, konsumsi sayuran hijau bisa menurunkan risikonya.
  • Kehamilan. Wanita yang sudah pernah memiliki anak cenderung lebih jarang mengalami mioma.
  • Merokok. Kebiasaan merokok dapat memperbesar risiko mioma.
  • Riwayat keluarga. Jika wanita memiliki keluarga yang mengidap mioma, maka risiko untuk mengidap mioma naik 2,5 kali dibandingkan mereka yang tidak memiliki garis keturunan pengidap mioma.
baca juga  Fluoroskopi

Diagnosis Fibroid Rahim

Dalam mendiagnosis mioma, dokter akan melakukannya lewat wawancara terlebih dulu. Wawancara ini untuk mencari tahu apakah pengidap sering mengeluh rasa berat dan adanya benjolan pada perut bagian bawah, serta mempunyai gangguan haid yang disertai rasa nyeri.

Sesudah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik dengan cara bimanual akan mengungkap tumor pada uterus. Umumnya tumor tersebut terletak di garis tengah ataupun agak ke samping, yang saat diraba berbentuk benjol-benjol. Setelah itu, dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang untuk mendukung hasil akhir. Pemeriksaan penunjang ini berupa ultrasonografi dan magnetic resonance imaging (MRI).

Pengobatan dan Efek Samping Fibroid Rahim

Kebanyakan fibroid tidak membutuhkan pengobatan. Kamu hanya perlu melakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan fibroid tidak berkembang terlalu besar atau menimbulkan masalah lain.

Obat-obatan dapat digunakan sebagai penghambat kinerja hormon. Jika gejala terus terjadi, dokter dapat menyarankan operasi pengangkatan rahim atau fibroid jika pengidap masih berkeinginan memiliki anak.

Namun, bagaimanapun fibroid bisa kambuh. Kemungkinan pengidap harus menjalani operasi lagi. Obat baru bisa menghambat pertumbuhan fibroid, tapi hanya sementara. Jika terjadi Efek samping atau  komplikasi, fibroid rahim dapat menjadi ganas yang disebut leiomiosarkoma. Meski demikian, kemungkinan mioma menjadi ganas cukup kecil. Komplikasi lainnya yang bisa terjadi lainnya adalah torsi atau terpuntir. Torsi yang timbul dapat menyebabkan gangguan sirkulasi akut sehingga mengalami kematian jaringan.

Pencegahan Fibroid Rahim

Pencegahan fibroid rahim dapat dilakukan dengan berikut ini:

  • Olahraga/aktivitas fisik. Tubuh akan membakar kalori lebih sedikit ketika kamu malas bergerak.
  • Pola makan sehat. Pola makan yang tinggi kalori, sedikit sayur dan buah, sering melewatkan sarapan, serta minum-minuman tinggi gula dapat menyebabkan terjadinya obesitas.
  • Hindari merokok. Kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko mioma.
baca juga  Flu Singapura

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun fibroid adalah tumor jinak, tetapi ia dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dalam aktivitas sehari-hari dan dalam kasus yang ekstrem dapat mengakibatkan perdarahan. Kamu harus segera menemui dokter apabila mengalami:

  • Nyeri panggul dan tidak segera hilang.
  • Menorrhagia atau dismenorea.
  • Pendarahan eksternal atau pendarahan menstruasi.
  • Nyeri saat berhubungan intim.
  • Pertumbuhan pada uterus dan perut.
  • Sulit buang air kecil.
Jika bermanfaat. Silakan Share :