Gangguan Elektrolit

Pengertian Gangguan Elektrolit

Gangguan elektrolit adalah kondisi saat kadar elektrolit di dalam tubuh seseorang menjadi tidak seimbang, baik terlalu tinggi atau terlalu rendah. Ketidakseimbangan kadar elektrolit bisa menimbulkan berbagai gangguan pada fungsi organ di dalam tubuh. Bahkan pada kasus yang berat, bisa menyebabkan kejang, koma, dan gagal jantung.

 

Gejala Gangguan Elektrolit

Gejala gangguan elektrolit sangat tergantung seberapa berat gangguan yang dialami. Jika kadar elektrolit hanya meningkat atau berkurang sedikit dari normal, umumnya tidak ada gejala apa pun yang terjadi. Namun, bila kadarnya berubah cukup signifikan, maka berbagai gejala dapat terjadi.

Tidak semua jenis gangguan elektrolit menimbulkan gejala yang sama, tetapi umumnya banyak gejala serupa yang terjadi, seperti:

Gangguan irama jantung yang dapat berupa denyut jantung terlalu lambat (bradikardia), denyut jantung terlalu cepat (takikardia), ataupun denyut jantung tidak teratur.

  • Lemas dan mudah lelah
  • Mual dan muntah
  • Kejang
  • Diare
  • Sembelit
  • Kram perut
  • Kelemahan otot hingga tangan dan kaki jadi sulit digerakkan
  • Sakit kepala
  • Penurunan kesadaran, bahkan hingga tingkat koma
  • Baal atau kesemutan

 

Penyebab Gangguan Elektrolit

Biasanya, seseorang akan kehilangan mineral setiap harinya. Sejumlah kecil hilang setiap kali seseorang pergi ke kamar mandi atau berkeringat terlalu banyak. Namun, hal ini tidak akan menimbulkan masalah karena mineral yang hilang bisa dengan mudah diganti, caranya dengan meminum cairan dan makan makanan yang mengandung mineral tersebut.

Masalahnya timbul saat tubuh tidak bisa mengganti mineral yang hilang lebih cepat daripada saat tubuh kehilangan mineral. Contohnya, ketika seseorang kehilangan banyak darah akibat luka traumatis. Hal ini juga bisa terjadi jika organ tubuh tidak bekerja dengan benar karena penyakit tertentu, seperti jenis kanker dan penyakit ginjal kronis

baca juga  Ginjal Polikistik

Kemungkinan penyebab lainnya, seperti:

  • Penyalahgunaan alkohol
  • Pola makan buruk yang rendah nutrisi dan mineral
  • Penyakit yang menyebabkan diare, muntah, dan demam
  • Ketidakmampuan menyerap nutrisi dari makanan karena masalah pencernaan
  • Meminum obat tertentu untuk pengobatan penyakit tertentu

 

Faktor Risiko Gangguan Elektrolit

Gangguan elektrolit bisa menyerang siapa saja, tetapi orang dengan kondisi di bawah ini lebih rentan untuk mengalaminya, antara lain:

  • Gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia
  • Gangguan tiroid dan paratiroid
  • Gangguan kelenjar adrenal
  • Gagal jantung
  • Kecanduan alkohol
  • Luka bakar
  • Penyakit ginjal
  • Patah tulang
  • Sirosis.

 

Diagnosis Gangguan Elektrolit

Dokter akan melakukan wawancara terkait keluhan yang dialami pengidap dan mencari kemungkinan penyebab gangguan elektrolit. Selain itu, pemeriksaan fisik menyeluruh, termasuk pemeriksaan saraf dan otot juga perlu dilakukan.

Selanjutnya untuk memastikan adanya gangguan elektrolit, maka dokter akan meminta pengidap melakukan pemeriksaan darah dengan melihat kadar masing-masing elektrolit didalam darah.

Jika diduga bahwa gangguan elektrolit menyebabkan gangguan irama jantung, maka pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) perlu dilakukan untuk merekam irama jantung. Bila gangguan elektrolit diduga disebabkan karena adanya gangguan ginjal, maka pemeriksaan fungsi ginjal, seperti ureum, kreatinin, dan BUN (blood urea nitrogen) juga perlu untuk dilakukan

 

Pengobatan dan Efek Samping Gangguan Elektrolit

Pengobatan pada pasien gangguan elektrolit tergantung dari jenis gangguan yang dialami. Namun pada intinya, tujuan pengobatan adalah untuk mengembalikan keseimbangan kadar elektrolit dalam tubuh.

Pemberian cairan infus yang mengandung natrium klorida bisa membantu mengembalikan cairan tubuh dan elektrolit yang hilang akibat diare atau muntah. Selain melalui infus, dapat diberikan suplemen yang mengandung elektrolit yang dibutuhkan untuk meningkatkan elektrolit yang rendah. Terkadang dibutuhkan obat-obatan untuk mengurangi jumlah elektrolit berlebih di dalam darah, misalnya diberikan insulin saat terjadi hiperkalemia. Namun, hal yang paling penting adalah mengatasi penyebab dari gangguan elektrolit itu sendiri.

baca juga  Gendang Telinga Pecah

Jika kondisi pasien tidak membaik, maka beberapa kondisi gangguan elektrolit membutuhkan tindakan khusus, seperti hemodialisis (cuci darah) untuk mengatasi kelebihan kalium dalam darah.

Efek samping atau komplikasi gangguan elektrolit:

  • Tubuh yang kekurangan natrium, klorida, dan magnesium akan mengalami gangguan fungsi pada jantung dan paru-paru.
  • Ketidakseimbangan elektrolit juga dapat memengaruhi metabolisme dan kebugaran tubuh. Lebih parahnya lagi, kadar magnesium yang rendah dapat mengancam keselamatan jiwa.

 

Pencegahan Gangguan Elektrolit

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan elektrolit, antara lain:

  • Kalau warna air seni sudah pekat, berarti perlu minum lebih banyak air putih.
  • Saat berolahraga lebih dari 30 menit, maka harus meminum minuman yang mengandung elektrolit dan karbohidrat.
  • Minum air putih yang cukup setiap harinya. Dianjurkan, seseorang meminum 8 gelas air putih per harinya.
  • Konsumsilah buah-buah segar dan sayur-sayuran, sebab kedua makanan tersebut adalah sumber terbaik untuk menggantikan natrium dan kalium dalam tubuh.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika salah satu keluhan ini terjadi, maka penanganan segera perlu dilakukan. Jika dibiarkan terlalu lama, maka gangguan elektrolit yang satu dapat mengganggu komponen elektrolit lainnya yang bisa berujung pada kondisi gawat yang mengancam nyawa.

Jika bermanfaat. Silakan Share :