Gangguan Kepribadian Ambang

Pengertian Gangguan Kepribadian Ambang

Gangguan kepribadian ambang adalah gangguan kepribadian yang ditandai dengan hubungan yang tidak stabil dengan orang lain.

 

Gejala Gangguan Kepribadian Ambang

Gejala cukup bervariasi, beberapa tandanya sebagai berikut:

  • Gangguan pemahaman identitas
  • Impulsif, tidak berpikir panjang
  • Reaksi emosi yang intens dan sulit terkontrol
  • Perilaku yang merusak diri sendiri (self-harm) dan bunuh diri
  • Disosiasi, sulit berinteraksi normal dengan orang lain atau suatu kelompok
  • Umumnya terdapat depresi, kecemasan berlebihan, kemarahan  tidak pada tempatnya, dan penyalahgunaan obat-obatan
  • Pengidap dengan BPD memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap penolakan atau kritik

 

Penyebab Gangguan Kepribadian Ambang

Sampai saat ini para ahli belum dapat menentukan penyebab pasti dari gangguan kepribadian ini. Tapi, para ahli meyakini bahwa faktor genetik, psikologis, dan sosial, seperti riwayat pelecehan atau penyiksaan yang dialami semasa kecil memiliki keterkaitan dengan terjadinya gangguan kepribadian ini. Selain itu, penyakit ini umumnya juga akan semakin berdampak negatif jika disertai dengan gangguan neurologis lain, seperti depresi, rasa cemas, penggunaan narkoba, dan juga suasana hati yang terganggu.

 

Faktor Risiko Gangguan Kepribadian Ambang

Orang-orang yang mengalami tindak kekerasan, pelecehan, ataupun anak-anak yang diabaikan seringkali lebih mudah terkena gangguan kepribadian ini daripada orang pada umumnya. Jika seseorang tidak memiliki faktor risiko di atas, bukan berarti ia tidak akan terserang gangguan ini.

 

Diagnosis Gangguan Kepribadian Ambang

Penentuan diagnosis dimulai dengan diskusi antara dokter dan pengidap tentang gejala yang dialami. Selain itu, dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan pengidap dan keluarga, termasuk riwayat gangguan mental. Setelah menemukan adanya perilaku yang sesuai dengan pola gejala dan menyingkirkan kemungkinan lain lewat pemeriksaan fisik, dokter akan menetapkan diagnosis.

baca juga  Penyebab Gatal Menjelang Haid

 

Pengobatan dan Efek Samping Gangguan Kepribadian Ambang

Pengobatan pada dasarnya harus merupakan kombinasi antara psikoterapi dan pengobatan farmakologi untuk mendapatkan hasil yang optimal. Psikoterapi adalah terapi pilihan. Salah satu contoh psikoterapi yang dapat digunakan adalah cognitive behavioral therapy (CBT). Terapi ini berupaya mengubah perilaku menyimpang dan kepercayaannya dengan melakukan identifikasi masalah pengidap.

Golongan obat yang dapat digunakan adalah obat golongan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI). Pengidap yang mendapatkan obat golongan ini diketahui menunjukkan perbaikan dari segi kemarahan dan perilaku agresif. Komplikasi yang mungkin muncul jika tidak tertangani, seperti depresi dan gangguan kecemasan.

 

Pencegahan Gangguan Kepribadian Ambang

Sampai saat ini belum ditemukan metode yang efektif dalam pencegahan, namun salah satu pemicu munculnya gangguan kepribadian ini adalah faktor lingkungan, seperti pola perilaku yang salah di sekitarnya. Perilaku yang salah tersebut, baik secara verbal, adanya kekerasan seksual, dan pelecehan emosional saat masa kanak-kanak.

Karena itu, menciptakan lingkungan yang positif serta relatif aman dan bebas dari berbagai pelecehan verbal dan fisik sangat dibutuhkan. Dengan demikian, anak dapat tumbuh dan berkembang lebih sehat serta optimal.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keluarga atau kerabat mengalami gejala yang disebutkan di atas, sebaiknya segera diskusikan ke dokter.

Jika bermanfaat. Silakan Share :