Gangguan Testosteron

Pengertian Gangguan Testosteron

Testosteron adalah hormon yang diproduksi di kelenjar adrenal, fungsinya meliputi kinerja anabolik steroid, pengaturan libido, energi, sistem kekebalan tubuh dan perlindungan terhadap osteoporosis. Hormon ini berfungsi untuk menjaga tubuh dalam hal mempertahankan protein, pertumbuhan otot, tulang serta kulit.

 

Gejala Gangguan Testosteron

Dampak negatif yang ditimbulkan akibat pemakaian testosteron dalam jumlah yang banyak atau pemakaian yang terus menerus, antara lain: testis menyusut, mengurangi jumlah produksi sperma, impotensi, kebotakan, sulit/nyeri saat kencing, dan pembesaran prostat.

Sedangkan dampak negatif pemakaian testosteron pada wanita, umumnya meningkatkan sifat kelaki-lakian, seperti pertumbuhan rambut yang berlebihan di permukaan kulit, siklus menstruasi menjadi tidak teratur, pembesaran klitoris, suara menjadi lebih berat, dan penurunan ukuran payudara.

 

Penyebab dan Faktor Risiko Gangguan Testosteron

Gangguan produksi hormon testosteron disebabkan oleh beberapa faktor, selain faktor usia, pada penyakit hipogonadisme testosteron menurun, sehingga dianjurkan untuk pemberian tambahan yang menyebabkan imbangan nitrogen positif, retensi natrium, kalium, klorida dan penambahan berat badan.

Gangguan testosteron disebabkan karena adanya gangguan tiroid, kelenjar pituitary, diabetes tipe 2, efek samping obat, dan genetik. Semua hormon anabolik dipakai untuk terapi substitusi androgen dan dapat menimbulkan maskulinisasi bila dosis dan lama pengobatan cukup.

 

Diagnosis Gangguan Testosteron

Pemakaian testosteron dinyatakan positif doping bila ditemukan rasio testosteron (T) dengan epitestosteron (E) di dalam urine melebihi 6: l, kecuali bila rasio tersebut disebabkan oleh kondisi fisiologis atau patologis misalnya ekskresi E yang rendah, tumor yang menghasilkan androgen, defisiensi enzim.

Bila ditemukan T/E lebih dari 6, tim medis yang berwenang melakukan penelitian sebelum sampel dinyatakan positif. Laporan dibuat tertulis dengan melampirkan data analisa sebelumnya dan lanjutan serta hasil pemeriksaan endokrin lainnya.

baca juga  Gangrene

 

Penanganan Gangguan Testosteron

Penanganan gangguan testosteron ini dapat dikemas dalam bentuk pil. Dosis yang diberikan berkisar antara 1 sampai 5 miligram dalam satu hari.

Mengkonsumsi testosteron yang melebihi dosis di atas dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya, seperti: peningkatan berat badan secara tiba-tiba, kesulitan bernapas, timbul jerawat, penyakit hati, pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki, penurunan HDL, tekanan darah meningkat, kerusakan hati dan kanker, nyeri-nyeri di persendian, dan dapat meningkatkan terjadinya cedera pada tendon, ligamen, dan otot.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Saat gangguan testosteron ini mengganggu aktivitas kamu sehari-hari, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Jika bermanfaat. Silakan Share :