Ibu dengan Minus Mata Tinggi Nggak Boleh Melahirkan Normal?

Ibu dengan Minus Mata Tinggi Nggak Boleh Melahirkan Normal?

Makin mendekati masa persalinan, pernah dengar nggak kalau wanita bermata minus tidak boleh melahirkan normal? beberapa ibu yang bermata minus tinggi, yaitu minus 6 ke atas, sering merasa khawatir saraf mata akan putus menyebabkan lepasnya retina mata dan mengalami kebutaan. Benar nggak ya? Bagaimana menghadapinya?

Menurut dr Uf Bagazi, SpOG dari Brawijaya Hospital hal itu nggak sepenuhnya benar. dr Uf mengatakan ketika ibu hamil punya mata minus dan berencana bersalin normal baiknya konsultasi dulu dengan dokter spesialis mata.

“Wanita dengan mata minus nggak boleh melahirkan normal, itu nggak bener. Dicek aja matanya sama dokter mata, kalau tidak ada kelainan di saraf matanya, retina, boleh lahir normal,” kata dr Uf kepada HaiBunda.

Sedangkan, menurut ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), dr M. Sidik, SpM anjuran ibu dengan mata minus sebaiknya nggak bersalin normal ada benarnya. Walaupun memang belum pernah terbukti. Tapi, bukan saraf mata yang akan rusak. Melainkan retina akan robek pada saat mengejan karena. Sebab, retina pada mata minus lebih tipis dibandingan pada mata normal.

Ilustrasi ibu dengan mata minus melahirkan normal
Ilustrasi ibu dengan mata minus melahirkan normal/ Foto: Thinkstock

“Karena orang dengan mata minus itu sebenarnya bola matanya lebih panjang dari orang normal. Makin tinggi minusnya, makin panjang, retina makin melekat di dalam. Makin melekat retina, makin tipis kan. Meregang. Saat mengejan, bisa ada risiko robek,” jelas dr Sidik ketika dijumpai di Kantor Kementerian Kesehatan baru-baru ini.

dr Sidik menyarankan agar Bunda yang memiliki minus tinggi untuk periksa dulu ke dokter mata sebelum melahirkan. Minus tinggi yang dimaksud adalah di atas minus 6. Jadi kalau minusnya masih kurang dari 6, ibu masih aman untuk melahirkan normal kok.

Menurut dr. Nelani Samsudin, Spm, yang berpraktek di RS. Medika, mata minus memiliki syaraf mata yang lebih tipis, sehingga berisiko terjadi lepasnya retina yang mengakibatkan kebutaan.Sampai saat ini pendapat bahwa ibu dengan mata minus tinggi tidak dianjurkan melahirkan normal masih kontroversial.

Sebuah tim peneliti melakukan riset pada tahun 1995 terhadap 10 wanita yang mengalami 19 persalinan. Jumlah ini sangat sedikit untuk membuat sebuah kesimpulan. Beberapa di antaranya pernah mengalami retina lepas. Hasilnya, tidak ada perubahan pada kondisi mereka hingga setelah melahirkan normal.

Di lain sisi, banyak dokter berpendapat proses melahirkan normal dapat meningkatkan tegangan bola mata dan dapat menyebabkan lepasnya retina serta kebutaan.

Sebuah kuisioner disebarkan pada Congress of Obstetrics and Gynaecology ke 20 di Lisbon, Portugal. Tujuh puluh empat ahli kandungan menjawab kuisioner tersebut. Sebanyak 76% menyarankan persalinan yang dibantu, baik berupa operasi caesar atau dengan peralatan, dan 24% menyarankan persalinan normal seperti biasa.

Jadi sebaiknya ibu konsultasikan dulu kondisi mata ibu dengan dokter mata.

Walaupun di awal kehamilan, dokter mengatakan ibu tetap dapat melahirkan normal, periksakan kondisi mata secara rutin selama hamil. Seringkali, minus mata meningkat selama kehamilan, tetapi beberapa ahli berpendapat bahwa perubahan itu hanyalah sementara dan akan berangsur pulih kembali setelah melahirkan ataupun setelah masa menyusui selesai.
Berikan hasil konsultasi dengan dokter mata kepada dokter spesialis kandungan, agar ibu dapat mempersiapkan persalinan yang baik dan aman.

Lakukan ibu senam secara rutin setelah memasuki trimester ketiga, sehingga ibu dapat menguasai teknik pernafasan dan teknik mengejan.

Bagi Bunda yang memiliki mata minus di atas 6, selain bertemu dengan dokter spesialis kandungan, tambahkan dalam agenda Bunda untuk bertemu dokter spesialis mata ya. Nantinya, dokter mata akan melihat bagian mana yang mengalami penipisan dan bagaimana menjaga kondisi retina.
Jika hendak melakukan pengobatan alternatif yang berhubungan dengan mata minus tinggi, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter mata dan dokter kandungan, agar pengobatan alternatif tersebut tidak membawa dampak buruk bagi kondisi mata dan proses persalinan nanti.
baca juga  7 Ramuan Tradisional Keputihan Alami Tanpa Efek Samping