8 Pilihan Cara Mengobati Gusi yang Sering Berdarah, Pakai Obat Dokter Atau Perawatan Alami

8 Pilihan Cara Mengobati Gusi yang Sering Berdarah, Pakai Obat Dokter Atau Perawatan Alami

Gusi berdarah awalnya mungkin hanya tampak bengkak dan terasa perih. Namun jika dibiarkan terus, kondisi ini dapat menjadi tempat bermulanya infeksi. Berikut pilihan obat yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi gusi berdarah sebelum makin parah.

Pilihan obat untuk mengatasi gusi berdarah

Ada banyak penyebab gusi rentan berdarah. Mulai dari akibat peradangan pada gusi (gingivitis) karena jarang menyikat gigi, cedera atau benturan keras di mulut, infeksi (virus, jamur, atau bakteri, hingga kondisi medis tertentu.

Maka dari itu, cara pengobatan gusi berdarah sebenarnya akan tergantung pada penyebabnya. Berikut berbagai pilihan obat untuk mengatasi gusi berdarah yang paling umum:

1. Obat pereda nyeri

 

alprazolam obat apa

Gusi berdarah tidak selalu disertai dengan rasa sakit dan ngilu. Namun, Anda bisa minum obat pereda nyeri untuk meredakan atau bahkan mencegah rasa sakit tersebut.

Obat pereda nyeri paracetamol dan ibuprofen di apotek cukup ampuh untuk mengobati sakit skala ringan, seperti akibat gusi berdarah.

Pastikan Anda minum obat sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Agar tidak salah dosis, baca baik-baik dulu aturan pakai obatnya sebelum Anda minum. Bila masih kurang paham atau kurang yakin mengenai penggunaannya, jangan ragu bertanya langsung pada apoteker atau dokter.

2. Antibiotik

caviplex

Apabila penyebab gusi Anda berdarah karena infeksi bakteri, dokter gigi dapat meresepkan obat antibiotik.

Antibiotik dapat mematikan bakteri jahat penyebab infeksi dalam mulut sehingga mencegah infeksi berkembang semakin parah.

Penting untuk dipahami bahwa antibiotik tidak boleh diminum asal-asalan. Dokter akan menentukan jenis antibiotik mana yang paling cocok buat kondisi Anda, serta memberitahu cara pakai serta menakar dosisnya yang tepat. Antibiotik yang digunakan sembarangan dan tidak sesuai anjuran dokter dapat membuat penyakit jadi lebih sulit diobati.

baca juga  Bayi 4 Bulan Belum Bisa Tengkurap Bukanlah Pertanda Buruk

Maka dari itu, selalu minum obat apa pun sesuai dengan aturan pakainya. Tanyakan langsung ke dokter bila Anda merasa khawatir tentang efek samping dari suatu obat yang sedang Anda minum.

3. Larutan hidrogen peroksida

hidrogen peroksida

Larutan hidrogen peroksida adalah pilihan obat kumur untuk mengatasi gusi berdarah. Hidrogen peroksida bisa mematikan bakteri penyebab infeksi, sekaligus melunturkan plak dan menghentikan perdarahan di gusi.

Anda dapat membeli obat ini di apotek tanpa resep dokter. Jangan menggunakan larutan hidrogen peroksida murni sebagai obat kumur karena akan dapat menyebabkan iritasi di mulut. Encerkan sedikit larutan hidrogen peroksida dalam segelas air, kemudian kumur 30 detik. Buang air bekas kumuran setelahnya.

Bilas mulut dengan meneguk air putih.

Pilihan pengobatan untuk gusi berdarah lainnya

Selain dengan pilihan obat medis di atas, ada pula beragam pilihan lain untuk mengatasi gusi berdarah di rumah. Beberapa cara di bawah ini mungkin dapat menjadi pertolongan pertama Anda sebelum berobat ke dokter gigi.

1. Kumur air dingin

Minum Air Dingin atau Es Saat Flu

Berkumur pakai air dingin merupakan langkah tercepat untuk mengobati gusi berdarah.

Suhu dingin dari air dapat membantu menyempitkan penyempitan pembuluh darah dalam gusi sehingga menghentikan perdarahan. Melambatnya aliran darah menuju lokasi cedera juga dapat mengurangi zat pemicu radang dan mengempiskan bengkak serta meredakan nyeri.

Selain berkumur pakai air dingin, Anda juga bisa menempelkan es batu yang dibungus kain tipis pada sisi pisi yang bermasalah. Kompres selama 15-20 menit. Jika ingin diulang, beri jeda 10 menit dulu sebelum mulai mengompres lagi.

2. Kumur air garam

 

berkumur dengan air garam

Anda juga bisa mencoba berkumur air garam sebagai obat untuk menghentikan gusi berdarah.

Cara ini telah dikenal sejak zaman nenek moyang untuk mengatasi berbagai penyakit, termasuk masalah pada gigi dan mulut. Untungnya, berbagai penelitian telah berhasil membuktikan klaim manfaat air garam.

baca juga  6 Obat Herbal Sesak Napas Agar Nggak Makin Parah

Garam efektif membantu meredakan peradangan dan pembengkakan di gusi. Sifat antibakteri yang dimiliki garam juga berperan penting untuk melawan bakteri penyebab infeksi di dalam mulut.

Kuncinya, jangan gunakan terlalu banyak garam sebagai obat kumur. Cukup pakai 1/2 sendok teh garam dan larutkan dalam segelas air putih hangat. Kumur-kumur selama beberapa menit lalu buang airnya.

Anda dapat berkumur setidaknya 2-3 kali dalam sehari atau hingga pembengkakan gusi menyusut.

3. Lebih rajin sikat gigi

 

cara menyikat gigi

Meski gusi sedang nyut-nyutan tidak karuan, Anda tidak boleh sampai luput menyikat gigi!

Malas atau jarang sikat gigi justru akan memperparah masalahnya karena semakin banyak bakteri yang bersemayam di gusi. Sikatlah gigi dua kali sehari (pagi dan malam sebelum tidur) setiap hari. Anda boleh juga menyikat gigi sesudah makan. Agar lebih aman gunakan sikat yang berbulu halus dan lembut, serta pasta gigi ber-fluoride.

Pastikan juga cara menggosok gigi Anda sudah tepat. Jangan menggosok gigi terlalu keras. Alih-alih cepat sembuh, cara seperti ini justru bisa bikin gusi makin gampang berdarah.

4. Perbanyak makan makanan vitamin C dan vitamin K

 

suplemen vitamin c cara mengatasi anemia

Gusi sering berdarah tanpa sebab mungkin artinya Anda kurang asupan vitamin C dan K. Kalau sudah begini, perbanyaklah makan makanan tinggi vitamin C dan vitamin K sebagai obat alami mengatasi gusi berdarah.

Vitamin C dapat menguatkan sistem imun untu melawan bakteri penyebab gusi meradang. Vitamin C bisa Anda dapat dari buah segar seperti jeruk, mangga, jambu biji, atau stroberi.

Sementara vitamin K juga sama pentingnya untuk mencegah dan mengatasi gusi berdarah. Kenapa? Vitamin ini bekerja meningkatkan pembekuan darah sehingga perdarahan di gusi cepat mereda. Anda bisa mendapatkan vitamin K dari brokoli, bayam, atau sawi hijau.

baca juga  Manfaat Sawi Putih Bagi Mata Sehat hingga Cegah Osteoporosis 

5. Berhenti merokok

 

bahaya rokok

Semua orang tahu bahwa rokok berdampak buruk bagi kesehatan, juga bagi kesehatan gigi dan mulut.

Rokok dapat menghambat daya tahan tubuh untuk melawan infeksi penyebab gusi berdarah. Rokok juga dapat membuat mulut kering dan terasa asam. Kondisi mulut seperti ini membuat bakteri di dalamnya lebih mudah berkembang biak dan memperparah infeksinya.

Oleh karena itu, berhenti merokok adalah solusi dan obat paling ampuh untuk mengatasi gusi berdarah. Namun memang, berhenti merokok memang butuh tekad dan upaya yang tidak main-main. Mulailah pelan-pelan dengan mengurangi sebatang rokok dari hari ke hari.

Buat Anda yang tidak merokok tapi selalu dekat dengan asapnya, risiko mengalami hal yang sama juga tetap ada. Jadi, sebisa mungkin hindari paparan asap rokok dari lingkungan sekitar.

Segera ke dokter jika gusi sering berdarah dan banyak

 

Gusi yang tidak berhenti berdarah lebih dari 7 hari harus segera diperiksakan ke dokter gigi.

Ingat, ada banyak sekali faktor pemicu gusi berdarah. Mulai dari hal yang sebenarnya bisa dihindari, seperti menyikat gigi terlalu keras, hingga tanda dari kondisi medis serius yang harus segera mendapatkan penanganan.

Maka dari itu, jangan pernah sepelekan gusi berdarah yang Anda alami. Pada prinsipnya, segera cek ke dokter gigi apabila setelah minum obat gusi masih berdarah, dan disertai dengan tanda-tanda seperti:

  • Darah yang mengalir terlalu banyak
  • Perdarahan berlangsung selama berhari-hari
  • Nyeri dan ngilu parah di bagian gusi yang bermasalah
  • Mengalami gejala lain seperti demam tinggi, bau mulut yang tak sedap, serta kesulitan mengunyah serta menggigit makanan
Jika bermanfaat. Silakan Share :