Hernia Hiatus

Read Time:2 Minute, 52 Second

Pengertian Hernia Hiatus

Hernia hiatus atau hernia hiatal terjadi ketika bagian lambung mencuat ke area dada melalui lubang diafragma (hiatus). Diafragma adalah lapisan otot yang tipis dan besar antara dada dan perut.

 

Gejala Hernia Hiatus

Hernia hiatus yang kecil tidak selalu menunjukkan gejala seperti halnya hernia hiatus yang besar. Gejala hernia hiatus besar yang umumnya dirasakan pengidapnya, antara lain:

  • Sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam ke kerongkongan (heartburn)
  • Sulit menelan
  • Sulit bernapas
  • Palpitasi
  • Sakit di area dada atau perut
  • Bersendawa
  • Merasa sangat kenyang sehabis makan
  • Muntah darah
  • Mengeluarkan tinja berwarna gelap yang menandakan terjadi perdarahan pada saluran pencernaan.

 

Penyebab Hernia Hiatus

Penyebab dari hernia hiatus hingga saat ini masih belum diketahui. Hernia hiatus pada bayi yang baru lahir, biasanya disebabkan oleh lambung atau diafragma yang belum berkembang sempurna. Sedangkan pada orang dewasa, kemungkinan disebabkan karena oleh kelemahan diafragma karena penuaan atau adanya tekanan pada perut.

 

Faktor Risiko Hernia Hiatus

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena hiatal hernia, meliputi:

  • Kehamilan
  • Obesitas
  • Sering batuk kencang
  • Mengejan saat buang air besar

Di samping itu, orang-orang yang berumur lebih dari 50 tahun berisiko lebih tinggi terkena hernia hiatus.

 

Diagnosis Hernia Hiatus

Pada beberapa kasus, hernia hiatus yang kecil tidak menunjukkan gejala maupun gangguan, sehingga pengidap mungkin tidak menyadari memiliki kondisi ini. Hernia hiatus mungkin baru terdeteksi ketika pengidap melakukan pemeriksaan untuk gangguan lain yang dirasakannya. Dokter mungkin akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan gejala yang pernah dirasakan atau hal lain yang sekiranya berkaitan dengan kondisi pengidap.

baca juga  Hemangioma

Selain wawancara atau anamnesa, dokter mungkin akan melanjutkan dengan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan, seperti:

  • Tes darah untuk mendeteksi anemia
  • Pencitraan medis pada tubuh, seperti CT scan dan X-ray.
  • Endoskopi untuk mendeteksi peradangan dengan cara memasukkan sebuah tabung fleksibel yang dilengkapi dengan kamera dan lampu ke dalam tenggorokan, kerongkongan, hingga perut.
  • Esofagram untuk mendapat gambaran yang jelas dari esofagus, perut, dan bagian atas saluran pencernaan pada hasil X-ray. Gambaran jelas dihasilkan oleh cairan kapur yang diminum sebelum pemeriksaan. Cairan ini mengandung barium yang akan melapisi saluran pencernaan atas agar mudah dilihat.
  • Manometer untuk mengukur tekanan dan pergerakan dalam esofagus dengan cara memasukkan kateter melalui hidung, esofagus, hingga perut.

 

Pengobatan dan Efek Samping Hernia Hiatus

Pengobatan hernia hiatus biasanya dilakukan untuk mengatasi gejala GERD. Berikut golongan obat-obatan yang dapat digunakan, yaitu antasida, Proton-pump inhibitors (PPIs), H2-receptor antagonist (H2RA), dan alginates.

Perubahan gaya hidup juga dibutuhkan untuk mengurangi gejala, seperti:

  • Small frequent feeding, makan dalam porsi kecil, namun lebih sering
  • Menghindari berbaring setelah makan minimal tiga jam
  • Menghindari makanan atau minuman yang merangsang produksi asam lambung atau mengiritasi lambung, seperti alkohol, kafein, tomat, cokelat, makanan berminyak dan berlemak, serta makanan pedas dan asam
  • Menaikkan sisi kepala kasur sekitar 20 sentimeter, jangan hanya menambah bantal karena dapat menaikkan tekanan pada perut
  • Menurunkan berat badan jika berat badan berlebih
  • Berhenti merokok

Pembedahan mungkin adalah pilihan yang bisa dilakukan jika pengobatan lain tidak memberikan efek atau untuk pengobatan jangka panjang. Tipe hernia hiatus paraesofageal sering membutuhkan pembedahan karena dapat menyebabkan strangulasi (lambung terjepit, sehingga jaringan dapat mati).

Ketika seseorang mengalami hernia hiatal, asam lambung lebih mudah naik. Bocornya asam dari perut ke kerongkongan disebut gastroesophageal reflux disease (GERD). Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi pada perut dan tenggorokan.

baca juga  Henoch Schonlein Purpura

 

Pencegahan Hernia Hiatus

Seseorang dapat mencegah terkena penyakit ini dengan mengurangi faktor-faktor risiko munculnya hernia hiatus.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keluarga atau kerabat mengalami gejala yang disebutkan di atas. sebaiknya segera diskusikan ke dokter.

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Jika bermanfaat. Silakan Share :
Posted in H

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *