Hidronefrosis

Read Time:2 Minute, 44 Second

Pengertian Hidronefrosis

Hidronefrosis adalah pembengkakan ginjal akibat penumpukan urine, karena urine tidak dapat mengalir dari ginjal ke kandung kemih. Kondisi ini umumnya terjadi pada salah satu ginjal, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk terjadi pada kedua ginjal sekaligus. Penyakit ini bukan penyakit utama, tapi merupakan kondisi sekunder dari penyakit lain yang berkembang dalam tubuh.

Kondisi ini dapat dialami oleh semua orang dari segala usia, bahkan pada janin yang sedang berkembang dalam kandungan (hidronefrosis antenatal). Penanganan dilakukan untuk menghilangkan yang menghambat aliran urine, baik dengan pemberian obat maupun prosedur operasi.

 

Gejala Hidronefrosis

Sebagian kasus hidronefrosis pada orang dewasa tidak menunjukkan gejala sama sekali, sedangkan hidronefrosis pada bayi umumnya juga tidak menimbulkan gejala. Meski begitu, gejala penyakit infeksi saluran kemih, seperti demam tanpa penyebab jelas, perlu dicurigai sebagai gejala hidronefrosis. Beberapa gejala akibat hidronefrosis, antara lain:

  • Sering mengeluarkan urine dan meningkatnya keinginan membuang urine.
  • Rasa nyeri pada perut dan panggul.
  • Mual dan muntah.
  • Tidak dapat mengosongkan kandung kemih sepenuhnya.
  • Rasa nyeri saat buang air kecil atau urine (disuria).
  • Urine disertai dengan darah (hematuria).
  • Lebih jarang mengeluarkan urine atau urine keluar dengan aliran yang lemah.
  • Gejala infeksi saluran kemih, dengan tanda urine berwarna gelap, aliran urine lemah, mengggigil, demam, atau rasa terbakar saat mengeluarkan urine.

 

Penyebab Hidronefrosis

Pembengkakan ginjal ini merupakan akibat dari penyakit lain yang dialami pengidap. Hidronefrosis terjadi saat terdapat gangguan atau sumbatan pada saluran kemih, sehingga urine terperangkap di dalam ginjal karena tidak dapat dikeluarkan. Penumpukan ini akan menyebabkan pembengkakan pada ginjal atau hidronefrosis. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan penyumbatan aliran urine hingga membuat ginjal membengkak, antara lain:

  • Kehamilan akibat pembesaran rahim yang dapat menekan ureter.
  • Batu ginjal yang berpotensi menyumbat ureter.
  • Penyempitan ureter akibat jaringan parut karena infeksi, operasi, atau terapi.
  • Aliran urine kembali dari kandung kemih ke ginjal (refluks vesikoureteal).
  • Berbagai jenis kanker atau tumor yang terjadi di sekitar saluran kemih, kandung kemih, panggul, atau perut.
  • Gangguan atau kerusakan pada saraf kandung kemih atau neurogenic bladder.
  • Organ panggul yang menonjol keluar dari vagina (rolapse).
baca juga  Herpes

 

Diagnosis Hidronefrosis

Dokter akan mendiagnosis penyebab hidronefrosis dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Tes darah, untuk mengetahui adanya infeksi.
  • Tes urine, untuk melihat adanya darah dalam urine atau infeksi.
  • Urografi intravena, untuk melihat kondisi saluran urine dengan menyuntikkan pewarna khusus dalam aliran darah, yang selanjutnya diamati dengan foto Rontgen.
  • Pemindaian ginjal dengan USG atau CT scan, yang dapat menunjukkan gambaran ginjal secara jelas.

 

Pengobatan Hidronefrosis

Penanganan utama dari hidroneforisis adalah dengan melepaskan sumbatan yang terjadi. Jika sumbatan disebabkan oleh batu, batu perlu diambil untuk melancarkan aliran urine. Pemasangan nefrostomi atau insersi stent ureter dapat dilakukan. Jika terdapat infeksi, pemberian antibiotik diperlukan.

Pengidap juga perlu dievaluasi untuk pembedahan untuk mengangkat penyebab dari hidronefrosis, seperti batu, tumor, atau obstruksi ureter. Jika salah satu ginjal rusak parah dan tidak berfungsi, nefrektomi atau pengangkatan ginjal dapat dilakukan.

 

Komplikasi Hidronefrosis

Komplikasi yang dapat timbul dari hidronefrosis adalah gagal ginjal karena kerusakan ginjal secara permanen.

 

Pencegahan Hidronefrosis

Pencegahan terjadinya hidronefrosis adalah dengan menghindari terjadinya obstruksi.

  • Jika terdapat batu ginjal, terapi pengangkatan batu perlu segera dilakukan.
  • Jika terdapat tumor di daerah saluran kemih, tumor perlu segera diangkat untuk menghindari hambatan aliran urine lebih lanjut.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala di atas, segera berbicara dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapat penanganan yang tepat.

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Jika bermanfaat. Silakan Share :
Posted in H

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *