Hipermagnesemia

Read Time:2 Minute, 13 Second

Pengertian Hipermagnesemia

Hipermagnesemia adalah kondisi medis yang muncul ketika kadar magnesium dalam darah terlalu tinggi.

 

Gejala Hipermagnesemia

Pada tubuh yang sehat, kadar magnesium dalam darah berada pada kisaran 1,7 hingga 2,3 miligram per desiliter (mg/dL). Namun, saat tubuh kelebihan magnesium kadarnya ada pada 2.6 mg/dL atau lebih. Jika sudah begitu, maka tubuh akan mulai menunjukkan berbagai gejala, seperti:

  • Mual
  • Muntah
  • Gangguan sistem saraf
  • Tekanan darah rendah yang abnormal (hipotensi)
  • Sakit kepala
  • Diare
  • Lemah otot
  • Detak jantung tidak teratur
  • Gangguan pernapasan
  • Lesu

Dalam kasus yang cukup parah, kelebihan magnesium dapat menyebabkan masalah pada jantung, syok, hingga koma.

 

Penyebab Hipermagnesemia

Kondisi hipermagnesemia umumnya disebabkan oleh adanya kerusakan ginjal atau gagal ginjal. Karena penurunan fungsi ginjal ini, kelebihan magnesium dalam darah gagal dikeluarkan melalui urine. Akibatnya, magnesium menumpuk di dalam darah dan mengakibatkan berbagai keluhan.

Selain gagal ginjal, beberapa kondisi lain juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hipermagnesemia. Kondisi tersebut meliputi:

    • Ibu hamil dengan preeklamsia yang mendapatkan terapi magnesium dosis tinggi
    • Mereka dengan pengobatan menggunakan litium
    • Hipotiroidisme
    • Addison’s disease
    • Penggunaan beberapa obat laksatif dan antasida
    • Familial hypocalciuric hypercalcemia

Berbagai kondisi tersebut umumnya menyebabkan hipermagnesemia ringan hingga sedang, tidak seberat yang disebabkan oleh gagal ginjal.

 

Faktor Risiko Hipermagnesemia

Malnutrisi dan minum alkohol berlebihan juga dapat menjadi faktor risiko hipermagnesemia pada orang dengan penyakit ginjal kronis.

 

Diagnosis Hipermagnesemia

Sebagai langkah awal diagnosis, dokter akan menanyakan kondisi medis pengidap, serta obat-obatan dan suplemen apa saja yang sedang dikonsumsi. Selanjutnya, dokter akan melakukan tes darah untuk mengecek kadar magnesium dalam darah. Kadar magnesium normal dalam darah adalah 1,72,3 mg/dL. Bila kadarnya melebihi 2,3 mg/dL, maka orang tersebut mengalami hipermagnesemia.

baca juga  Haid setelah melahirkan terlambat, wajarkah?

 

Pengobatan dan Efek Samping Hipermagnesemia

Pengobatan utama hipermagnesemia adalah menghentikan asupan magnesium agar tidak semakin menumpuk dalam darah. Selain itu, pemberian suplementasi kalsium melalui infus juga kerap dilakukan untuk memperbaiki kondisi pernapasan, ritme jantung, dan tekanan darah.

Obat diuretik juga dapat diberikan pada beberapa kasus untuk memicu pengeluaran magnesium lewat urine. Jika terapi ini dinilai tidak efektif, maka dapat dilakukan cuci darah untuk mengeluarkan kelebihan magnesium darah melalui alat hemodialisa.

Bila tidak segera tertangani, hipermagnesemia berat dapat berujung pada penurunan kesadaran, gagal jantung, koma, hingga kematian.

 

Pencegahan Hipermagnesemia

Mencegah kondisi yang satu ini bisa dilakukan dengan menghindari obat yang mengandung magnesium jika ginjal bermasalah. Namun, jika memang diperlukan, diskusikan terlebih dahulu ke dokter untuk menanyakan apakah ada alternatif obat lain yang bisa dikonsumsi atau meminta obat dengan dosis yang lebih rendah. Dengan menghindarinya, pengidap bisa mencegah hipermagnesemia dan komplikasi yang mungkin terjadi.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keluarga atau kerabat mengalami gejala yang disebutkan di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Jika bermanfaat. Silakan Share :
Posted in H

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *