Hipospadia

Pengertian Hipospadia

Hipospadia adalah kondisi ketika uretra tidak berada pada posisi yang seharusnya. Uretra merupakan sebuah saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan ujung Mr. P. Dalam kondisi normal, lubang uretra terletak tepat di ujung Mr. P untuk mengeluarkan urine. Namun pada hipospadia, lubang uretra justru berada di bagian bawah Mr. P.

 

Gejala Hipospadia

Beberapa gejala hipospadia, antara lain:

  • Lubang uretra terletak di dekat ujung, bagian tengah, atau di pangkal Mr. P (dekat skrotum).
  • Kulup yang terlihat menaungi ujung Mr. P.
  • Mr. P yang melengkung ke bawah akibat pengencangan jaringan di bawah Mr. P.
  • Percikan abnormal yang terjadi saat buang air kecil.

 

Penyebab Hipospadia

Hipospadia adalah kelainan yang terjadi sejak lahir. Penyebab pasti hipospadia belum diketahui hingga saat ini. Beberapa hal yang diduga menjadi pemicu hipospadia, antara lain:

  • Memiliki anggota keluarga dengan kondisi yang sama.
  • Pajanan rokok atau pestisida selama kehamilan.
  • Terhambatnya kerja hormon testosteron, sehingga pertumbuhan Mr. P terganggu.
  • Usia ibu hamil di atas 40 tahun.

 

Diagnosis Hipospadia

Diagnosis hipospadia umumnya dapat segera ditegakkan setelah bayi dilahirkan. Diagnosis dapat dilakukan melalui pemeriksaan fisik pada Mr. P dan tidak membutuhkan pemeriksaan lain. Pada hipospadia yang parah, dibutuhkan pemeriksaan lebih mendetail untuk memastikan ada atau tidaknya keabnormalan pada alat kelamin pengidap. Oleh karena itu, dokter akan menganjurkan pemeriksaan kromosom dan pemindaian area genital.

 

Pengobatan Hipospadia

Jika seorang anak positif didiagnosis hipospadia, penanganan medis belum tentu dibutuhkan. Hal ini tergantung pada tingkat keparahan hipospadia yang dialaminya. Beberapa tujuan dari penanganan hipospadia, antara lain:

  • Membuat urine mengalir keluar melalui ujung depan Mr. P.
  • Membuat Mr. P tidak membengkok ketika ereksi.
  • Membuat Mr. P terlihat senormal mungkin.
baca juga  Hiperkolesterolemia

Jika lubang uretra terletak sangat dekat dari lokasi yang seharusnya dan bentuk Mr. P tidak melengkung, penanganan medis secara khusus kemungkinan tidak diperlukan. Namun, jika lubang uretra berada jauh dari lokasi yang seharusnya, operasi pemindahan uretra perlu dilakukan.

Operasi tersebut dapat dilakukan kapan saja, tetapi masa idealnya adalah saat anak berusia 4 bulan hingga 1,5 tahun. Dokter bedah akan memposisikan uretra pada lokasi yang seharusnya. Pada bentuk Mr. P yang melengkung ke bawah karena pertumbuhan kulup yang tidak normal, dokter akan memperbaikinya, sehingga Mr. P kembali ke bentuk yang normal.

Dokter bedah juga dapat melakukan cangkok jaringan tubuh yang diambil dari kulup atau bagian dalam mulut untuk merekonstruksi saluran urine, jika lubang uretra berada di dekat pangkal Mr. P. Jaringan dari kulup umumnya diperlukan dalam operasi ini, sehingga proses sunat sebelum prosedur rekonstruksi ini selesai dilakukan, harus ditunda.

 

Komplikasi Hipospadia

Beberapa komplikasi hipospadia, antara lain:

  • Anak kesulitan untuk belajar buang air kecil di kamar kecil.
  • Bentuk Mr. P tidak normal.
  • Gangguan akibat ejakulasi tidak normal.
  • Gangguan psikologis, akibat pengidap tidak percaya diri dengan kondisi alat vitalnya.
  • Mr. P melengkung tidak normal saat ereksi.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala alergi seperti di atas, segera berbicara dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Jika bermanfaat. Silakan Share :