ISPA

Pengertian ISPA

Infeksi saluran pernapasan atas atau ISPA adalah infeksi akut yang menyerang satu komponen saluran pernapasan bagian atas. Bagian saluran pernapasan atas yang terkena dapat meliputi hidung, sinus, faring, dan laring.

 

Gejala ISPA

Beberapa gejala dari ISPA, antara lain:

  • Hidung tersumbat dan pilek.
  • Batuk kering tanpa dahak.
  • Demam ringan.
  • Nyeri tenggorokan.
  • Nyeri kepala ringan.
  • Bernapas cepat atau kesulitan bernapas.
  • Warna kebiruan pada kulit akibat kurangnya oksigen.
  • Gejala sinusitis seperti wajah terasa nyeri, hidung beringus, dan demam.

 

Penyebab ISPA

Beberapa mikroorganisme yang menjadi penyebab ISPA, antara lain:

  • Adenovirus, yang dapat menyebabkan pilek, bronkitis, dan pneumonia.
  • Rhinovirus, yang dapat menyebabkan pilek.
  • Pneumokokus, yang dapat menyebabkan meningitis dan pneumonia.

 

Faktor Risiko ISPA

Beberapa faktor risiko ISPA, antara lain:

  • Bayi dari usia 6 bulan atau anak di bawah 1 tahun.
  • Anak-anak yang lahir prematur atau yang memiliki riwayat jantung bawaan atau penyakit paru-paru.
  • Anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Bayi yang berada dalam tempat ramai.
  • Orang-orang di usia pertengahan.
  • Orang dewasa dengan asma, gagal jantung kongestif, atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
  • Orang dengan sistem imun lemah, seperti orang dengan transplantasi organ, leukemia, atau HIV/AIDS.
  • Orang yang dikelilingi dengan pengidap yang bersin atau batuk tanpa menutup hidung dan mulutnya.

 

Diagnosis ISPA

Dokter akan mendiagnosis ISPA dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang jika diperlukan seperti:

  • Pemeriksaan darah di laboratorium.
  • Pengambilan sampel dahak untuk diperiksa di laboratorium.
  • Pencitraan dengan x-ray atau CT scan untuk menilai kondisi paru-paru.

 

Pengobatan ISPA

Beberapa pengobatan yang dianjurkan dokter, antara lain:

  • Obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) dan asetaminofen, untuk meredakan demam dan nyeri di tubuh.
  • Obat antihistamin, dekongestan, dan ipratropium, untuk mengatasi hidung berair dan tersumbat.
  • Obat batuk antitusif, untuk mengurangi batuk-batuk.
  • Obat steroid, seperti deksametason dan prednison, untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan saluran pernapasan bagian atas.
  • Obat antibiotik, untuk membasmi bakteri penyebab infeksi jika disebabkan oleh bakteri.
baca juga  Imunisasi

 

Komplikasi ISPA

Komplikasi yang dapat terjadi akibat ISPA, antara lain gagal napas dan gagal jantung kongestif.

 

Pencegahan ISPA

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah ISPA, antara lain:

  • Mencuci tangan secara teratur, terutama setelah beraktivitas di tempat umum.
  • Menghindari menyentuh bagian wajah, terutama mulut, hidung, dan mata dengan tangan agar terhindar dari penyebaran virus dan bakteri.
  • Menghindari merokok.
  • Mengonsumsi makanan kaya serat dan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Menutup mulut dan hidung dengan tisu atau tangan ketika bersin untuk mencegah penyebaran penyakit kepada orang lain.
  • Berolahraga secara teratur untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala seperti di atas, segera berbicara dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Jika bermanfaat. Silakan Share :