Kejang Demam: Tidak Menakutkan yang Dibayangkan

Read Time:3 Minute, 22 Second

Jangan Panik, Ini Tandanya Jika Kejang Demam Pada Anak Berbahaya

Fakta Kejang Demam pada Anak

affordable health insurance,health insurance plans,health insurance quote,medical insurance,health care insurance,individual health insurance,low cost health insurance,health insurance rates,self employed health insurance,family health insurance

Bunda, pernahkan mendapati Si kecil kejang saat demam? Apa yang pertama kali Bunda lakukan saat menghadapi Si Kecil kejang? Sebagian ibu atau orangtua akan panik saat melihat anaknya kejang.

Padahal sebenarnya Bunda tak perlu panik saat Si Kecil kejang. Dengan catatan, kejang ini memang disertai dengan demam.

Menurut dokter spesialis anak, dr. Windhi Kresnawati, SpA., kejang bukanlah suatu penyakit melainkan sebuah gejala penyakit.

“Kejang bukan penyakit tapi gejala dari suatu penyakit.

Penyakitnnya seperti celebral palsy, epilepsi, meningitis, ensefalitis, kanker otak dan lain-lain,” kata Windhi dalam seminar “Kupas Tuntas Demam Pada Anak” oleh Yayasan Orangtua Peduli, di Bintaro, Tangerang Selatan.

Kejang demam umumnya terjadi disertai dengan demam tinggi dan tidak bisa ditentukan pada suhu berapa kejang demam bisa terjadi.

“Kalau demam menggigil itu salah satu respon tubuh kita untuk memproduksi panas, maka ada risiko kejang, dan kejang demam ini tidak bisa dicegah,” ungkap Windhi.

Perlu dicatat Bunda, tidak semua anak demam tinggi selalu merasakan kejang. Pada banyak anak yang demam, kejang tidak terjadi.

Tapi ada pula anak yang mengalami kejang saat demam, bisa terjadi jika Si Kecil memiliki riwayat keluarga yang kejang demam.

“Tidak ada batasan kalau kejang itu suhunya diatas 39 derajat.

Ada anak suhu tubuhnya tidak terlalu tinggi tapi kejang, bisa saja karena punya riwayat keluarnyayang pernah kejang, jadi si anak ada bakat kejang saat panas,” lanjut Windhi.

baca juga  Berbahayakah, Benjolan di Belakang Kepala

Kejang demam juga tidak akan memengaruhi kerusakan otak karena tidak dipengaruhi oleh aktivitas syaraf.

“Kejang demam sederhana tidak ada kaitannya dengan IQ otak, karena kejang demam tidak memengaruhi sistem syaraf pusat,” sambung Windhi.

Mengapa Bunda tak perlu khawatir bila Si Kecil mengalami kejang demam? Karena kejang demam tidak memiliki risiko penyakit yang lebih serius, namun tetap diperlukan observasi jika Si Kecil demam tinggi dengan tanda gawat darurat.

– Sesak napas

– Bibir kebiruan

– Leher seperti tertarik saat nafas

– Dehidrasi berat

– Penurunan kesadaran

– Kejang > 15 menit dan terus berulang dalam 24 jam.

Bila Bunda mendapati ciri gawat darurat diatas saat Si Kecil demam, segeralah pergi ke dokter untuk penanganan yang tepat.

Bunda juga perlu mengetahui tabel gejala penyakit yang ditandai dengan kejang ini agar mengetahui acuan kejang demam yang biasa terjadi.

Kejang Demam Epilepsi Meningitis Ensefalitis
Demam Pencetus Tidak ada kaitannya salah satu gejalanya
Kelainan otak (-) (+) (+)
Kejang berulang (-) kadang bisa berulang (+) (+)
Kecerdasan turun pasca kejang (-) (-) (+)

(Tabel: Seminar “Kupas Tuntas Demam Pada Anak” oleh Yayasan Orangtua Peduli)

Dari tabel diatas, dapat diketahui jika kejang demam tidak berbahaya, karena tidak ada risiko kelainan otak, dan tidak berpengaruh pula pada kecerdasan yang menurun. Sedangkan untuk penyakit epilepsi dan meningitis ensefalitis, ada risiko terdapat gangguan pada otak.

Nah Bunda, tak perlu khawatir jika melihat Si Kecil kejang, tapi penting untuk mengamatinya. Catat berapa lama kejang itu terjadi, disertai dengan demam atau tidak, dan apakah kejang di seluruh tubuh atau hanya sebagian tubuh.

baca juga  Hindari Kelahiran Prematur Dengan Kebiasaan Sehat Saat Hamil

Pencegahan Kejang Demam

Berikan obat penurun panas saat Si Kecil demam. Obat anti kejang diberikan sesuai rekomendasi dokter untuk mencegah kejang. Berikut langkah penanganan kejang demam pada anak menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):

  • Tetap tenang dan tidak panik.
  • Longgarkan pakaian yang ketat terutama di sekitar leher.
  • Bila Si Kecil tidak sadarkan diri, letakkan ia dalam posisi miring. Bila ada muntah, bersihkan muntahan atau lendir di mulut atau hidungnya.
  • Bila lidah tergigit, jangan memasukkan sesuatu ke dalam mulut.
  • Ukur suhu, observasi, dan catat bentuk dan lama kejang yang terjadi.
  • Tetap dampingi Si Kecil selama dan sesudah kejang.
  • Berikan obat diazepam rektal bila kejang masih berlangsung lebih dari 5 menit. Jangan berikan bila kejang telah berhenti. Diazepam rektal hanya boleh diberikan satu kali oleh orangtua.

Kapan Harus ke Dokter?

Bawa ke dokter atau rumah sakit bila kejang berlangsung 5 menit atau lebih, suhu tubuh lebih dari 40 derajat Celcius, kejang tidak berhenti dengan diazepam rektal, kejang hanya pada salah satu sisi tubuh, setelah kejang anak tidak sadar, atau terdapat kelumpuhan.

0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Jika bermanfaat. Silakan Share :

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *