Masalah Kesehatan Jika Ibu Hamil Malas Gerak

Masalah Kesehatan Jika Ibu Hamil Malas Gerak

Saat hamil, biasanya Anda akan mengurangi berbagai kegiatan dan kesibukan sedikit demi sedikit. Memang, terlalu banyak kegiatan mungkin membahayakan kesehatan Anda dan si kecil dalam kandungan.

Tapi, nyatanya ibu hamil yang malas bergerak juga berisiko terkena berbagai masalah kesehatan, lho.

Akibatnya jika ibu hamil malas gerak

Meski tidak diperbolehkan melakukan pekerjaan berat, bukan berarti wanita hamil boleh bermalas-malasan.

Selama masa kehamilan, asupan makanan akan meningkat karena bayi dalam kandungan membutuhkan nutrisi untuk berkembang. Meningkatkan asupan makanan dan adanya janin di perut, membuat berat badan sang ibu bertambah.

Jika bertambahnya berat badan tidak diseimbangkan dengan aktivitas fisik, risiko berbagai penyakit jadi semakin besar, seperti:

Diabetes gestasional

Diabetes yang terjadi selama masa kehamilan. Sekitar 3 dari 5 wanita hamil diketahui memiliki kondisi ini, walaupun belum pernah memiliki diabetes sebelumnya. Untuk itu, wanita hamil harus bisa terus mengontrol kadar gula darahnya tetap normal.

Ketika Anda makan, tubuh akan memecah karbohidrat dari makanan menjadi gula (glukosa). Glukosa ini akan terbawa oleh aliran darah dan masuk ke dalam seluruh sel sebagai bahan energi. Nah, perpindahan glukosa ke sel membutuhkan insulin supaya kadar gula dalam tetap normal.

Namun, selama kehamilan plasenta melepaskan hormon pertumbuhai yang beberapa di antaranya bisa mengacaukan fungsi insulin dalam mengatur gula darah. Akibatnya, kadar gula darah akan meningkat dan diabetes gestasional bisa terjadi.

Selain hormon selama kehamilan, obesitas adalah faktor lain yang meningkatkan diabetes selama kehamilan. Jika ibu hamil malas bergerak, berat badannya naik dan fungsi insulinnya terganggu.

Depresi

Sebuah studi yang dipimpin oleh dr. Nithya Sukumar dari University of Warwick telah menemukan hubungan antara kehamilan, depresi, dengan kebiasaan duduk dalam waktu lama.

baca juga  Meningitis

Tim peneliti bekerja sama dengan George Eliot Hospital NHS Trust di Inggris dan menemukan bahwa gejala depresi lebih rentan terjadi pada ibu hamil yang malas gerak alias sering duduk dan tiduran dalam waktu yang lama.

Malas gerak dapat menyebabkan kecemasan dan stres bagi ibu hamil. Misalnya memikirkan bagaimana proses persalinan, merasa kesepian, dan kenaikan berat badan. Depresi selama kehamilan ini bukan hanya berakibat buruk bagi kesehatan tubuh sang ibu, tapi juga menganggu perkembangan bayi dalam kandungan.

Gejala depresi selama kehamilan tidak berbeda jauh dengan depresi biasa. Umumnya kondisi ini menyebabkan beberapa gejala yang terjadi setidaknya 2 minggu, seperti:

Terus merasa sedih, bersalah, dan tidak berharga
Sulit konsentrasi dan kehilangan minat pada aktivitas yang biasanya dinikmati
Memiliki pikiran ingin mengakhiri hidup
Susah tidur atau bisa tidur terlalu banyak

3. Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Normalnya tekanan darah pada wanita adalah kurang dari 120/80 mm Hg. Jika tekanan darah sekitar 140/90 mm Hg atau lebih, maka bisa dikatakan sebagai hipertensi. Kondisi biasanya tidak menimbulkan gejala apapun dan hanya diketahui ketika Anda mengukur tekanan darah.

Volume darah selama kehamilan meningkat 45 persen. Jumlah darah yang bertambah tersebut, harus dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh. Ini berakibat ventrikel kiri (sisi kiri jantung) menjadi lebih tebal dan lebih besar karena harus bekerja keras memompa darah ekstra. Kondisi tersebut bisa membuat ibu hamil rentan terserang hipertensi.

Nah, bagi ibu hamil yang malas gerak, tekanan darah bisa naik serta memperparah hipertensi. Kenapa? Malas gerak bisa menyebabkan kenaikan berat badan menjadi tidak terkontrol. Kondisi tersebut meningkatkan perfusi jaringan sehingga tekanan darah akan meningkat.

Ada beberapa jenis hipertensi selama masa kehamilan, yaitu:

baca juga  Tips Puasa Saat Hamil yang Aman
1. Hipertensi kronis

Kondisi ini biasanya terjadi karena hipertensi sudah dimiliki seorang wanita sebelum kehamilan. Dokter akan menetapkan diagnosis hipertensi kronis pada wanita hamil, jika kondisi ini terjadi pada 20 minggu pertama kehamilan. Biasanya, dokter akan memberikan obat yang aman supaya tekanan darah tetap terkendali.

2. Hipertensi gestasional

Kondisi ini biasanya berkembang setelah minggu ke 20 kehamilan. Untungnya, penyakit ini dapat disembuhkan setelah ibu melahirkan anak.

Jika bermanfaat. Silakan Share :