Sama-sama Bikin Gatal, Ini Bedanya Psoriasis dan Scabies (Kudis)

Read Time:5 Minute, 12 Second

Psoriasis terjadi karena sistem kekebalan tubuh Anda keliru menyerang sel kulit sehat. Akibatnya terjadi penumpukan sel kulit yang menebal di permukaan kulit. Psoriasis bukanlah penyakit menular. Jadi, menyentuh lesi (kulit yang terluka/pecah) orang yang memiliki psoriasis tidak akan menyebabkan Anda terkena penyakit ini juga.

Berbanding terbalik dengan psoriasis, scabies alias kudis, merupakan penyakit kulit menular dan disebabkan oleh tungau mikroskopik bernama Sarcoptes scabiei. Infeksi ini dimulai saat tungau masuk ke dalam kulit dan berkembang biak di sana.

Alhasil, kulit akan terasa sangat gatal akibat reaksi alergi. Penyakit ini bisa menyebar dengan cepat melalui kontak fisik secara langsung dan berbagi pakaian atau sprei dengan orang yang terinfeksi.

Beda psoriasis dan scabies berdasarkan penyebab

penyakit di sekolah

Meski sama-sama menimbulkan reaksi gatal pada kulit, nyatanya psoriasis dan scabies sangat beda jika dilihat dari penyebabnya. Berikut adalah perbedaan psoriasis dan kudis berdasarkan penyebabnya.

Psoriasis

Belum ditemukan secara pasti apa penyebab psoriasis. Akan tetapi, para ahli menduga bahwa penyakit ini disebabkan karena adanya masalah pada sistem kekebalan tubuh dengan sel T dan sel darah putih lainnya. Pada orang sehat, sel T biasanya bergerak melalui tubuh untuk melawan zat asing seperti virus atau bakteri.

Namun, pada orang psoriasis, sel T justru menyerang sel-sel kulit sehat secara tidak sengaja. Selain itu, sel T  juga menjadi terlalu aktif sehingga memicu peningkatan produksi sel kulit, sel T itu sendiri, dan sel darah putih lainnya.

Kondisi ini membuat sel kulit menebal dan bersisik yang biasanya berwarna keperakan. Terkadang, kulit juga akan mengalami kemerahan, nanah, dan lesi pada kulit.

Psoriasis biasanya muncul atau dipicu oleh beberapa kondisi seperti:

  • Infeksi, seperti radang tenggorokan atau kulit
  • Cedera pada kulit, seperti luka atau goresan, gigitan serangga, dan sengatan matahari yang parah
  • Stres
  • Merokok
  • Konsumsi alkohol berat
  • Kekurangan vitamin D
  • Obat-obatan tertentu seperti lithium untuk gangguan bipolar, beta blocker untuk tekanan darah tinggi, obat antimalaria, dan iodida.
baca juga  Cara Keluarkan Kotoran Telinga, Cepat Tanpa Dikorek Aman

Kudis adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya rasa sangat gatal di kulit, terutama pada malam hari, disertai dengan timbulnya ruam bintik-bintik menyerupai jerawat atau lepuhan kecil bersisik. Kondisi ini merupakan dampak dari adanya tungau yang hidup dan bersarang di kulit.

Jumlah tungau yang terdapat di kulit penderita kudis berkisar 10-15 ekor, dan dapat berkembang biak hingga berjumlah jutaan, dan menyebar ke bagian tubuh lain, jika tidak mendapatkan penanganan tepat, tungau.

Kudis merupakan penyakit yang mudah menular, baik secara kontak langsung atau tidak. Maka dari itu, jika telah merasakan gejala-gejala kudis, dianjurkan untuk segera menemui dokter.

alodokter-kudis

Penyebab Kudis

Kudis disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Tungau tersebut membuat lubang menyerupai terowongan pada kulit untuk dijadikan sarang. Mereka bertahan hidup dengan menjadi benalu di kulit manusia, dan akan mati dalam beberapa hari tanpa manusia.

Penularan tungau Sarcoptes scabiei terjadi melalui 2 cara, yaitu:

  • Kontak langsung, seperti melalui pelukan atau berhubungan seksual. Berjabat tangan hanya memiliki potensi kecil menularkan tungau.
  • Tidak langsung, misalnya berbagi peggunaan pakaian atau tempat tidur dengan orang yang menderita kudis.

Risiko kudis menular tergolong tinggi pada:

  • Anak-anak, terutama yang tinggal di asrama.
  • Orang dewasa yang aktif secara seksual.
  • Seseorang yang tinggal di panti jompo.
  • Seseorang yang tengah dirawat di rumah sakit.
  • Seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, seperti penderita HIV atau kanker.

Gejala Kudis

Kudis ditandai dengan munculnya rasa gatal hebat, terutama saat malam hari, disertai timbulnya ruam bintik-bintik menyerupai jerawat. Ruam yang muncul juga dapat berupa lepuhan kecil dan bersisik. Pada anak-anak dan orag dewasa, gejala tersebut dapat muncul pada area:

  • Ketiak
  • Sekitar payudara
  • Puting
  • Siku
  • Pergelangan tangan
  • Sela-sela jari
  • Pinggang
  • Sekitar kelamin
  • Bokong
  • Lutut
  • Telapak kaki
baca juga  Sindrom Kompartemen

Sedangkan pada bayi, balita, dan lansia, gejala dapat muncul di area:

  • Kepala
  • Wajah
  • Leher
  • Tangan
  • Telapak kaki

Diagnosis Kudis

Dokter akan menanyakan riwayat munculnya gejala, riwayat kesehatan, dan faktor yang diduga menyebabkan pasien tertular tungau, serta melakukan pemeriksaan fisik.

Setelah itu, dokter dapat melanjutkan pemeriksaan dengan melakukan serangkaian tes untuk mengesampingkan kondisi lain yang juga dapat menimbulkan gejala serupa dengan kudis, seperti alergi obat, eksim, dan dermatitis. Beberapa tes yang digunakan dokter untuk memastikan kondisi yang diderita pasien:

  • Uji tinta. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengoleskan tinta khusus pada area kulit yang bermasalah. Setelah tinta dioleskan, kulit akan dibasuh dengan kapas yang telah diberikan alkohol. Jika terdapat sarang tungau, tinta akan tertinggal di kulit dan membentuk garis-garis kecil.
  • Pemeriksaan mikroskopis. Tungau penyebab kudis tidak selalu terlihat kasat mata. Maka dari itu, pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi tungau di tubuh dengan mengikis sebagian kecil area yang bermasalah untuk dijadikan sampel. Sampel tersebut kemudian akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium.

Pengobatan Kudis

Penanganan kudis bertujuan untuk membasmi tungau penyebabnya. Dokter akan meresepkan obat oles permethrin untuk membunuh tungau beserta telurnya.

Penggunaan obat dilakukan saat malam hari, dengan dioleskan ke bagian tubuh yang mengalami kudis.

Penting untuk diketahui bahwa gejala dapat terasa memburuk di awal pengobatan. Hal itu tergolong wajar. Gejala akan mulai berkurang setelah satu minggu pengobatan, dan sembuh sepenuhnya setelah 4 minggu pengobatan.

Pasien dapat melakukan perawatan sederhana di rumah guna mengurangi rasa gatal yang timbul akibat kudis. Di antaranya:

  • Berendam di air dingin, atau menempelkan kain basah pada area kulit yang bermasalah.
  • Menggunakan losion kalamin. Namun, konsultasikan terlebih dahulu mengenai penggunaannya dengan dokter.
baca juga  Tidur Malam dalam Lampu Menyala, Bikin Wanita Mudah Gemuk

Komplikasi Kudis

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat kudis, terutama yang tidak mendapatkan penanganan secara tepat, adalah:

  • Infeksi bakteri. Infeksi bakteri merupakan dampak dari kudis yang terus menerus digaruk, sehingga menyebabkan luka dan memudahkan bakteri berbahaya masuk dan menyerang tubuh.
  • Norwegian scabies atau kudis berkrusta. Orang yang menderita kudis hanya memiliki 10-15 tungau di tubuhnya. Sedangkan pada kudis berkrusta, tungau yang ada di tubuh dapat mencapai jutaan. Kondisi ini membuat kulit menjadi keras, bersisik, dan kudis pun menyebar ke banyak bagian tubuh lain. Seseorang yang memiki sistem kekebalan tubuh lemah, menderita suatu penyakit parah, atau tengah dirawat di rumah sakit memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi ini.

Pencegahan Kudis

Cara paling ampuh untuk mencegah kudis adalah dengan menjaga diri agar tidak terpapar tungau Sarcoptes scabiei, baik melalui kontak langsung dengan penderita atau secara tidak langsung.

Sedangkan bagi penderita, lakukanlah hal-hal berikut ini untuk mencegah kudis menulari orang lain:

  • Bersihkan semua pakaian atau barang pribadi menggunakan sabun dan air hangat. Lalu, keringkan di udara yang panas.
  • Bungkus dengan plastik barang yang berpotensi terkontaminasi tungau, namun tidak bisa dicuci. Lalu, letakkan di tempat yang jauh dari jangkauan. Tungau yang terdapat di barang tersebut akan mati dalam beberapa hari.
0 0
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Jika bermanfaat. Silakan Share :

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *