Leukemia  Limfositik  Kronis

Leukemia Limfositik Kronis

Pengertian Leukemia Limfositik Kronis

Leukemia limfositik kronis (LLK) adalah jenis kanker pada sumsum tulang dan sel darah. Kanker jenis ini ditandai dengan produksi sel darah putih (limfosit) berlebih, sehingga terjadi penumpukan limfosit pada darah, sumsum tulang belakang, limfonodi, limpa, hati, dan organ organ lain. Jumlah pengidap LLK hanya 10 persen dari semua jenis leukemia dan umumnya diidap oleh lansia.

Gejala Leukemia Limfositik Kronis

Pada tahap awal sakit, LLK umumnya tidak menunjukkan gejala yang berarti. Namun pada kasus tertentu, gejala yang muncul berupa mudah lelah karena anemia, mimisan, mudah lebam, nyeri, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Gejala lainnya berupa penurunan berat badan tanpa sebab, bengkak pada ekstremitas bawah, sulit bernapas, serta pembesaran organ limpa yang membuat kenyang lebih cepat dan rasa tidak nyaman di perut.

Penyebab Leukemia Limfositik Kronis

Penyebab LLK masih belum diketahui secara pasti. Kanker ini tidak menular, tapi dapat diturunkan dari keluarga (genetik). Para ahli menduga LLK disebabkan oleh kelainan kromosom (kelainan kromosom 13) dan RNA tumor virus.

Faktor Risiko Leukemia Limfositik Kronis

Faktor risiko LLK antara lain:

Paparan radiasi yang berlebihan.
Paparan bahan kimia beracun.
Usia lanjut.
Riwayat keluarga.

Diagnosis Leukemia Limfositik Kronis

Diagnosis LLKk dilakukan melalui pemeriksaan darah lengkap. Pada kasus LLK, biasanya ditemukan anemia, peningkatan leukosit, serta pembengkakan limpa dan kelenjar getah bening.

Pengobatan dan Efek Samping Leukemia Limfositik Kronis

Berikut empat pengobatan LLK dan efek sampingnya yang perlu diwaspadai:

Terapi radiasi untuk membunuh sel kanker atau mencegahnya tumbuh. Efek samping terapi radiasi berbeda pada tiap orang, tergantung pada kondisi tubuhnya. Efek samping yang paling sering muncul adalah rasa mual dan muntah, rambut rontok, kulit menghitam di bagian tubuh yang terkena radiasi, serta adanya penurunan nafsu makan.
Kemoterapi dan konsumsi obat untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker. Efek yang dapat berupa kelelahan, mual dan muntah, rambut rontok, dan menurunnya imunitas tubuh sehingga dapat meningkatkan risiko infeksi. Beberapa orang juga dapat mengalami lemahnya memori dan konsentrasi jangka pendek.
Operasi splenektomi (mengangkat limpa). Efek samping splenektomi salah satunya adalah rentan mengalami infeksi.
Terapi target seperti pemberian terapi antibodi monoklonal dan terapi inhibitor.

baca juga  Lama Waktu Nifas

Pencegahan Leukemia Limfositik Kronis

Leukemia limfositik kronis memiliki faktor risiko yang sedikit sehingga sulit dicegah. Pengidap LLK umumnya meninggal secara cepat dalam 2 – 3 tahun setelah diagnosis ditetapkan.

Jika bermanfaat. Silakan Share :