Apakah kamu pernah mendengar usus buntu?

Pada organ tubuh manusia terdapat organ usus yakni usus halus dan usus besar. Kedua usus tersebut memiliki peran penting dalam sistem mencerna makanan. Usus halus berfungsi untuk menyerap nutrisi dari berbagai macam makanan yang telah dicerna sedangkan Usus besar berfungsi untuk membuang air dan garam (elektrolit) dari bahan yang tidak tercerna dan membentuk limbah padat yang dapat dikeluarkan melalui anus.

Maka dari itu usus sangat berperan penting dalam sistem pencernaan makanan.

Lalu apa yang dimaksud dengan usus buntu?

Usus buntu merupakan peradangan dengan bentuk yang besar pada bagian usus yang menyebabkan penyumbatan pada usus buntu.

usus buntu tidak memiliki fungsi tertentu. Namun saat sumbatan tersebut pecah, radang usus buntu dapat membahayakan nyawa. Foto Dari Idntimes.com

Apakah makanan salah satu penyebabnya?

Makanan memang bukan penyebab usus buntu yang utama. Usus buntu terjadi akibat peradangan usus yang disebabkan karena menumpuknya makanan tertentu yang tidak hancur atau sulit dicerna.

Beberapa jenis makanan yang bisa memicu peradangan usus buntu Seperti :

1. Makanan Pedas

Biji cabai yang tidak hancur memang dapat menyumbat usus dalam jangka waktu panjang, dan akhirnya menyebabkan radang usus buntu. Usus buntu terjadi bukan karna tersumbatnya usus oleh biji cabai tersebut. Melainkan hal tersebut dapat menyebabkan peradangan pada usus. Semakin besar peradangan maka akan semakin tersumbat jalur usus buntu tersebut.

2. Makanan rendah serat

Dalam sebuah penelitian di amerika serikat yang kami lansir dari hellosehat.com (17/6/2019) menyebutkan bahwa “anak-anak yang memiliki persentase asupan serat lebih dari 50% memiliki risiko 30% lebih rendah terkena radang usus buntu, dibandingkan dengan anak yang jarang makan serat”

baca juga  11 Manfaat Biji Mahoni dan Efek Samping yang Harus Diwaspadai

3. Makanan yang sulit hancur saat di cerna

Makanan yang tersumbat pada usus dapat menyebabkan peradangan. Potongan kecil makanan yang menyumbat permukaan akan membuat bakteri terbentuk di dalam usus buntu. Jika potongan terus menumpuk dan tidak diobati, peradangan tersebut akan menyebabkan usus buntu pecah dan menyebarkan bakteri ke seluruh tubuh.