5 Mitos tentang menyusui lebih dari 2 tahun yang terbukti salah

lead image

Banyak mitos tentang menyusui lebih dari 2 tahun yang sering Bunda temui, namun tidak semuanya mengandung kebenaran. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Banyak mitos tentang menyusui lebih dari 2 tahun yang beredar. Kebanyakan mitos tersebut menyusutkan keinginan ibu yang ingin menyusui bayinya yang beranjak balita.Pinky McKay, seorang konsultan laktasi bersertifikat internasional, menjabarkan mitos-mitos tentang menyusui balita yang sering didengar oleh para Bunda. Lalu menjabarkan faktanya satu persatu.

Berikut ini, adalah 5 mitos tentang menyusui lebih dari 2 tahun yang sering Bunda dengar.

1. ASI-nya sudah tidak ada gizi

ASI tidak akan berkurang nilai gizinya meskipun Bunda menyusui dalam waktu lama. Menyusui lebih dari 2 tahun, akan memberi anak nutrisi penting yang ia butuhkan untuk masa pertumbuhan, juga perkembangan sistem kekebalan tubuhnya.

Bahkan, faktor imun di dalam ASI meningkat di tahun kedua kehidupan anak. Balita akan lebih sering bergerak dan berinteraksi dengan orang di sekitarnya. Dan ASI memberi sistem kekebalan tubuh dan perlindungan yang dibutuhkan.

Bila anak terkena kuman atau virus penyakit, menyusui akan membuatnya merasa nyaman selama sakit. Juga menstimulasi produksi antibodi di dalam ASI untuk membuat si kecil segera sembuh. Dan mencegahnya terkena sakit yang sama.

mitos tentang menyusui balita

Mitos tentang menyusui balita bahwa ASI tidak lagi bergizi terbukti salah.

2. Balita sudah punya gigi

Banyak ibu yang menyapih anak setelah gigi si kecil tumbuh, karena takut atau kapok digigit. Padahal, proses tumbuh gigi membuat gusi anak terasa tidak nyaman, hingga membuatnya mencari objek untuk digigit. Dan payudara ibu objek yang paling dekat.

Untuk mengatasinya, ajari anak untuk tidak menggigit saat menyusui. Karena jika dia menggigit, berarti dia tidak minum ASI. Maka gigi anak bukan masalah, asal Bunda tahu cara tepat menanganinya.

baca juga  Apa Bedanya Bayi Demam Tumbuh Gigi dengan Demam Biasa?

3. Jika dia sudah bisa ngomong minta ASI, harusnya sudah bisa disapih

Sejak lahir, bayi sudah bisa minta ASI dengan bahasanya sendiri. Dengan tangisannya, gerakan tangannya yang meminta kenyamanan payudara ibu. Jadi, bila anak sudah bisa bicara dan minta ‘nenen’, bukan berarti dia tidak butuh lagi ASI ibunya.

Ibu adalah sumber kenyamanan anak, menyusui tidak hanya membuatnya kenyang, tapi merasa aman dan tenang. Jadi, bila anak minta ‘nenen’ meski ia masih kenyang, maka berarti dia sedang gelisah atau cemas, dan butuh berada di dekat ibunya untuk membuatnya merasa tenang.

4. Mengapa tidak memberinya ASIP saja?

Bagi balita, menyusui tidak hanya persoalan mengenyangkan perut atau mengobati haus. Tapi juga koneksi dengan ibu, sumber rasa nyaman dan regulasi emosi agar tidak tantrum. ASI juga memiliki senyawa yang bisa membuat otak anak lebih tenang secara psikologis.

Di samping itu, memberi ASIP tidak hanya membuat pekerjaan ibu lebih berat karena harus memompa, membersihkan botol baru memberikannya pada anak. Bukankah jika menyusui langsung dari payudara, Anda terbebas dari kerepotan itu semua?

Jika memang seorang ibu ingin menyusui lebih dari 2 tahun, biarkan saja. Memberi anak susu dari botol hanya karena dia bukan bayi lagi, atau tetap menyusuinya dari payudara, adalah pilihan masing-masing ibu yang layak dihormati.

mitos tentang menyusui balita

Mitos tentang menyusui balita, yang menganggap bahwa lebih baik diberi ASIP sangatlah salah. Dia butuh menyusu untuk ketenangan psikologisnya.

5. Alah, ini mah ibunya yang mau bukan karena anaknya butuh

Pernah mendengar komentar seperti ini? Bahwa ibunya malas menyapih hingga membiarkan anak terus menyusu, walau usianya sudah lebih dari dua tahun. Padahal, menyusui juga butuh perjuangan. Apalagi usia balita sedang aktif-aktifnya bergerak.

baca juga  Gatal Pada Miss V Saat Hamil Tua, ini cara mengatasinya

Jadi meskipun menyusui bisa memudahkan ibu menghadapi anak tantrum, tapi ibu juga harus menghadapi keaktifan si kecil yang tidak bisa diam. Dan, jika anak memutuskan untuk tidak mau menyusui lagi. Maka saat itulah dia siap untuk disapih, meskipun ibu belum siap.

Mungkin Bunda akan merasa sedih karena kehilangan momen istimewa yang hanya ada saat menyusui si kecil, namun tak perlu khawatir, karena momen istimewa lain akan hadir dalam setiap tahapan tumbuh kembangnya.

Semua mitos tentang menyusui lebih dari 2 tahun di atas, terbukti salah. Jadi, tak perlu ragu atau malu jika belum siap menyapih anak Anda ya, Bun. Karena manfaat menyusui bukan hanya anak yang merasakan, tapi juga ibu.

Jika bermanfaat. Silakan Share :