Penyebab Utama Sakit Perut

Penyebab Utama Sakit Perut

Perut sakit adalah jenis nyeri yang terjadi di area perut. Nyeri di perut mungkin berasal dari otot perut, dari organ dalam perut, atau organ dekat perut.

Infeksi atau kerusakan organ-organ ini menyebabkan sakit perut.

Untuk sakit perut yang tidak kunjung pulih, Anda harus memperhatikan dari mana tepatnya rasa sakit datang, dan apakah Anda memiliki gejala lain yang berhubungan dengan rasa sakit. Berikut adalah beberapa penyebab umum sakit perut:

Sembelit

Jika Anda mengalami sembelit, Anda pasti sudah terbiasa dengan sakit perut. Sembelit adalah kondisi sulit buang air besar selama lebih dari tiga hari berturut-turut. Sehingga tinja menumpuk di usus besar. Bagian bawah perut Anda dapat memanjang dan membengkak terasa menyakitkan.

Sembelit dapat mempengaruhi pada usia berapa pun. Untuk menghindari sembelit, Anda perlu mengkonsumsi banyak air dan makanan kaya serat. Olahraga teratur. Sembelit mempengaruhi orang dari segala usia. Kondisi ini menunjukan Anda tidak dapat mengosongkan isi usus Anda.

Diare

Sakit perut juga bisa disebabkan oleh diare yang mana kondisi tinja cair. Diare akut masalah umum yang biasanya berlangsung 1 hingga 2 hari dan akan sembuh dengan sendiri.  Jika diare berlangsung lebih dari 2 hari Beri tahu dokter. Mungkin tanda dari infeksi perut atau kondisi serius lainnya. Diare bisa menyebabkan dehidrasi dan hilangnya elektrolit penting dalam tubuh. Minum banyak air dengan elektrolit untuk menghindari dehidrasi.

Gastroenteritis atau flu perut

Gastroenteritis, dikenal sebagai flu perut, adalah penyakit yang sangat umum menyebabkan diare dan muntah. Kondisi ini biasanya disebabkan bakteri atau virus. Demam, mual, dan sakit kepala adalah beberapa tanda dan gejala lainnya. Jika Anda memiliki tanda-tanda ini, Anda harus ke dokter Anda. Anda mungkin perlu perhatian medis untuk mengobati infeksi dan dehidrasi.

Radang usus buntu atau apendisitis

Bila Anda tersakit di sisi kanan bawah perut Anda, Jika memiliki radang usus buntu adalah sebuah jaringan kantong kecil  yang memanjang dari usus besar Anda. Fungsi apendiks Anda masih belum diketahui. Apendisitis terjadi ketika usus buntu Anda terhalang tinja atau zat asing. Jika tidak diobati, usus buntu Anda bisa menyebabkan infeksi menyebar dalam tubuh Anda.

baca juga  Tips Pertolongan Pertama Saat Disengat Kalajengking

Beberapa tanda sakit perut lainnya, termasuk demam gejala tinggi, kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah. Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, segera hubungi dokter Anda.

Infeksi kencing kemih

Urinary tract infection, juga dikenal infeksi saluran kencing, menyebabkan infeksi ginjal (pielonefritis) termasuk nyeri perut. Disebabkan oleh infeksi bakteri pada saluran kencing, lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Segera beri tahu dokter, jika Anda memiliki tanda-tanda infeksi saluran kencing. Anda perlu menggunakan obat antibiotik untuk mengobati infeksinya.

Gangguan pencernaan

Nyeri dari gangguan pencernaan sering disebabkan oleh makanan tertentu. Rasa ketidaknyamanan di bagian atas perut Anda. Disebabkan oleh makanan berlemak dan makan dalam porsi besar. Ketika perut Anda tidak bisa menahan dan mencerna makanan Anda, maka menyebabkan ketidaknyamanan. Anda mungkin bersendawa sebab rasa asam di mulut Anda. Rasa sakit bisa berlangsung beberapa jam dan stres dapat memperburuk situasi.

Gastroesophageal reflux disease

Gastroesophageal reflux disease (GERD) gangguan refluks asam lambung, kondisi  terjadi ketika makanan di perut Anda dipaksa kembali ke kerongkongan (saluran dari mulut ke perut). Makanan akan bercampur dengan asam selama proses pencernaan. Ketika refluks asam kembali ke kerongkongan, menyebabkan sensasi panas di perut bagian atas, atau dikenal heartburn atau maag. Sebaiknya hindari makanan pedas, makanan porsi besar, dan makanan  tinggi lemak.

Sindrom iritasi usus

Sindrom iritasi usus alias irritable bowel syndrome (IBS) kondisi jangka panjang dari sistem pencernaan. Menyebabkan kram perut, kembung, diare dan/atau sembelit. Sering mempengaruhi perempuan daripada laki-laki. Sebaiknya menghindari makanan keju, makanan manis, dan makanan olahan. Perbanyak sayuran, buah-buahan, minum air putih, serta olahraga teratur.

Penyakit Crohn

Penyakit Crohn menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan hingga sakit perut, diare berat, kelelahan, penurunan berat badan, dan kekurangan gizi. Penyakit  berbahaya yang menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.

baca juga  Pola Asuh Anak

Intoleransi laktosa

lactose intolerant atau intoleransi laktosa, gangguan pencernaan tidak mampu mencerna laktosa, sejenis gula terutama ditemukan dalam susu. Gejala intoleransi laktosa termasuk perut kembung (bergas), diare, dan kram perut.

Batu ginjal atau batu empedu

Bukanlah kondisi yang sama, tetapi keduanya  menyebabkan sakit perut. Batu empedu terbentuk karena endapan keras pada empedu Anda, sedangkan batu ginjal adalah batu kalsifikasi keras yang terbentuk di ginjal. Kedua penyakit menyebabkan sakit parah. Dokter mungkin meresepkan obat untuk melarutkan batu-batu ini atau dikeluarkan melalui operasi.

Apa yang harus dilakukan saat mengalami sakit perut?

Lain kali Anda memiliki sakit perut, Anda harus memeriksa dan melihat apakah Anda memiliki salah satu kondisi umum di atas. Beritahu dokter Anda segera. Deteksi dini kondisi apapun akan membantu tubuh Anda merespon pengobatan dengan lebih baik. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu penyumbatan dalam sistem pencernaan dan menyebabkan sakit perut yang menyakitkan.

Jika bermanfaat. Silakan Share :