Tips Jaga Kesehatan Anak saat Menjalankan Puasa

Tips Jaga Kesehatan Anak saat Menjalankan Puasa

Meski pada umumnya puasa dilakukan oleh orang dewasa, banyak masyarakat Indonesia yang mulai mengajarkan puasa sejak kecil. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar kelak ketika sang anak tumbuh dewasa, ia sudah dapat menjalankan puasa dengan baik.


Dibanding orang dewasa, saat anak-anak menjalani puasa tubuhnya akan mudah lemas dan mudah kehilangan semangat. Oleh karena itu, orang tua harus memenuhi asupan nutrisi secara optimal agar sang anak bisa beraktivitas seperti biasa.

Berikut ini adalah beberapa tips panduan puasa yang bisa Anda lakukan agar anak tetap bugar menjalani puasa.

  • Penuhi kebutuhan kalori anak saat sahur dan berbuka puasa. Khusus untuk anak berusia 7 tahun, kebutuhan kalorinya antara 1200-1600, tergantung jenis kegiatannya.
  • Pilihlah menu seperti makanan berserat seperti sayuran atau buah-buahan dengan kadar glikemik rendah (untuk menjaga kadar gula darah stabil lebih lama dalam darah).
    Apabila konsumsi buah dan sayur sebagai sumber vitamin terbatas, Anda bisa memberikan suplementasi multivitamin untuk membantu memenuhi kebutuhan harian anak.
  • Penuhi asupan cairan saat sahur dan berbuka. Usahakanlah selalu menyajikan makanan berkuah seperti sup untuk menambah asupan cairan.
  • Hindari makanan pedas atau minuman bersoda karena hal ini bisa menaikkan kadar asam lambung dan membuat anak terkena sakit maag (gastritis).
  • Hindari makanan yang terlalu asin dan mengandung bumbu penyedap rasa karena dapat meningkatkan rasa haus.
  • Batasi kegiatan yang membutuhkan aktivitas tinggi karena akan menyebabkan anak lemas dan mudah haus.
  • Biarkan anak tidur sejenak setelah sahur. Tidur delapan jam per malam dan tidur siang membantu anak Anda menjalani puasa dengan semangat.
  • Saat waktu berbuka tiba, awali dengan makanan manis dengan porsi yang tepat supaya kekurangan glukosa saat puasa bisa terpenuhi. Anda bisa memberikan sebutir kurmaatau teh manis hangat.
  • Hindari makanan cepat saji, goreng-gorengan, makanan mengandung gula tinggi, serta tepung olahan.
baca juga  Trimester 2 Kehamilan

Asupan Gizi yang Tepat untuk Anak saat Puasa

Hidangan sahur
Makanan sahur harus mengandung semua nutrisi seimbang dalam jumlah cukup sesuai usia dan jenis kelamin anak. Konsumsilah makanan berindeks glikemik rendah, yaitu jenis makanan yang meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh secara lambat serta bertahan lama.

Contoh makanan yang mempunyai indeks glikemik rendah, antara lain: nasi merah, bulgur, spageti, anggur, pisang, jeruk, ubi jalar, kacang hijau, apel dan  susu rendah lemak.

Saat sahur, sebaiknya tidak memberikan anak makanan yang sekadar praktis dan mengenyangkan karena makanan sahur sangatlah penting. Komposisi makanan tambahan kurang lebih sesuai dengan makanan utama saat berbuka puasa. Mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah dapat membantu rasa kenyang lebih lama.

Hidangan berbuka
Makanan berbuka untuk anak sebaiknya makanan berindeks glikemik tinggi, jenis makanan yang bisa meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh secara cepat tetapi singkat. Misalnya: roti, jagung, kentang, semangka dan wortel.

Ajari juga anak Anda untuk tidak terburu-buru dan tidak makan terlalu banyak dalam sekali waktu karena menyebabkan gangguan sistem pencernaan. Berbuka puasa dapat dimulai dengan segelas air hangat atau teh tawar hangat agar lambung siap menerima makanan.

Lima hingga sepuluh menit kemudian, tambahkan makanan pemanis alami dalam jumlah wajar seperti kolak, pisang, atau air kelapa.

Makanan manis sangat dianjurkan saat berbuka puasa karena karbohidrat lebih mudah dicerna tubuh untuk menggantikan cadangan gula darah yang digunakan saat berpuasa selama 14 jam sebelumnya.

Jika bermanfaat. Silakan Share :