Bolehkan Penderita Ginjal Berpuasa?

Bolehkan Penderita Ginjal Berpuasa?

Puasa adalah salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Muslim. Bagaimana jika seseorang mengalami masalah kesehatan seperti penyakit ginjal?

Apakah menahan lapar dan haus dari pagi hingga petang memiliki dampak berbahaya bagi tubuh?

Saat seseorang menjalankan ibadah puasa, maka selama kurang lebih 12 jam tubuhnya tidak mendapatkan asupan apapun. Bagi orang dengan kondisi kesehatan normal hal ini tidak terlalu sulit. Jika hal ini dilakukan oleh penderita penyakit ginjal tentu hal ini harus mendapatkan perhatian serius.

Ingat, pada dasarnya, penyakit ginjal dibagi menjadi dua bagian: batu ginjal dan  ginjal kronis. Ahli kesehatan menyarankan puasa itu baik bagi penderita ginjal kronis.

Penderita gagal ginjal kronis, aliran urin menurun signifikan sampai tidak ada urin yang keluar. Karena ginjal telah menyempit dan mengalami penurunan fungsinya. Berpuasa mengurangi asupan cairan dan mengurangi beban ginjal.

Selain itu, pengidap ginjal kronik juga tidak boleh minum banyak karena membuat tubuh membengkak sebab urine dikeluarkannya sedikit. Kondisi ini menyebabkan kelebihan elektronik (hiperkalemia).

Kelebihan air kerap menjadi penyebab utama kematian penderita ginjal kronik. Ketika puasa, menu makanan bagi penderita ginjal tak perlu diganti.

Lain halnya dengan mereka yang menderita gangguan batu ginjal. Penderita gangguan ini justru disarankan minum air lebih banyak karena salah satu faktor penyebab batu ginjal adalah kurangnya asupan air.

Lantas, bolehkah pasien gagal ginjal berpuasa?

Sejauh ini, masih kontroversial apakah pasien dengan gagal ginjal boleh berpuasa atau tidak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa pada pasien gagal ginjal kronis tidak memiliki efek buruk, bahkan puasa dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.

Puasa sebenarnya berdampak baik bagi pasien batu kandung kemih (urolitiasis), transplantasi ginjal dan berbagai penyakit ginjal lainnya. Meskipun, tidak semua pasien dengan disfungsi ginjal boleh berpuasa. Itu tergantung pada kondisi fisik masing-masing.

baca juga  Tips Puasa Bagi Penderita Asam Lambung

Pasien penyakit ginjal yang mengalami masalah seperti poliuria, kadar gula darah tidak terkendali, tekanan darah selalu tinggi, mengalami infeksi hingga komplikasi fungsi jantung, sebaiknya tidak melakukan puasa terlebih dahulu. Sebab puasa bisa saja semakin memperburuk kondisinya.

Pasien yang stabil serta tidak memiliki komplikasi lain dapat dipertimbangkan untuk menjalani puasa dengan catatan konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Apa saja yang harus diperhatikan penderita penyakit ginjal dalam menjalani puasa?
Mengidap penyakit ginjal bukanlah akhir dari semuanya. Puasa bukan halangan bagi penderita gagal ginjal. Tidak semua yang penderitaginjal tidak dapat melakukan ritual wajib bulan Ramadhan ini.

Beberapa panduan puasa yang harus diperhatikan bagi pasien penyakit ginjal kronis selama menjalani ibadah puasa yaitu:

Ketika waktu berbuka puasa, hindari mengonsumsi makan yang mengandung kalium dan fosfor tinggi seperti, kurma, aprikot, gorengan, teh, soda, kopi, dan keju.
Bagi penderita ginjal kronis, sebaiknya minum air mineral saat sahur dan berbuka. Hindari berbagai minuman yang memengaruhi kerja ginjal, seperti kopi dan teh.
Pasien harus memenuhi cairan tubuhnya dengan cara banyak minum saat waktu berbuka dan sahur. Dalam satu hari, pasien dianjurkan untuk minum air sekitar 1-2,5 liter untuk menghindari dehidrasi.
Pasien tidak boleh melewatkan minum obat rujukan dari dokter.
Jika terjadi pembengkakan di beberapa bagian tubuh, merasa pusing, kesulitan bernapas, serta merasa sangat kelelahan, maka pasien harus segera membatalkan puasanya dan harus segera periksa ke dokter.
Pasien harus melakukan pemeriksaan ke dokter setidaknya setiap 1-2 minggu, selama bulan puasa.

Jika bermanfaat. Silakan Share :