Masih Muda Tapi Sering Pegal-pegal? Awas Kurang Vitamin D

Masih Muda Tapi Sering Pegal-pegal? Awas Kurang Vitamin D

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Tubuh manusia mencapai puncak kebugarannya pada usia remaja hingga awal 20-an. Tapi bagaimana jika anak Anda yang remaja atau keponakan Anda yang baru saja masuk kuliah seringkali mengeluhkan sakit di punggung dan nyeri sendi disertai lesu? Awas, bisa jadi itu karena mereka kekurangan vitamin D.
Menurut seorang konsultan senior Internal Medicine di Max Super Speciality Hospital, Vikas Ahluwalia, kondisi ini makin marak terjadi pada generasi muda beberapa tahun belakangan, terutama di kota-kota besar seperti New Delhi, India.”Kami menemukan semakin banyak kasus generasi muda yang mengeluhkan nyeri punggung, nyeri kaki, nyeri sendi dan lemah lesu yang ada kaitannya dengan kekurangan vitamin D dan vitamin D3. Yang lebih mengkhawatirkan adalah remaja dengan usia kisaran 16 tahun yang tengah sedang giat-giatnya tumbuhlah yang mengalami masalah semacam ini,” ungkap Ahluwalia.

Sepakat dengan Ahluwalia, seorang dokter spesialis anak dari Indraprastha Apollo Hospital, Anju Virmani mengungkapkan beberapa studi ilmiah juga telah menunjukkan bahwa kasus kekurangan vitamin D makin meningkat setiap dekadenya.

Jadi kasus kekurangan vitamin D pada populasi tahun 2000-2010 jauh lebih banyak ketimbang populasi pada dekade sebelumnya. Selain itu, kasus ini lebih banyak terlihat menyerang penduduk perkotaan daripada yang di pedesaan.

Lalu Virmani menerangkan jika akar permasalahannya adalah gaya hidup.

“Kondisi ini mulai terjadi sejak awal, ketika seorang wanita tengah mengandung calon anaknya. Jika kadar vitamin D dalam tubuhnya rendah maka anaknya juga akan begitu. Atau jika dia tidak memberikan cukup ASI, anaknya juga akan kekurangan vitamin D, termasuk berbagai gangguan lain ketika si anak beranjak dewasa,” terangnya.Kondisi serupa juga bisa terjadi pada karyawan muda atau berusia 20-an tahun hingga awal 30-an yang sebagian besar bekerja di balik meja dan ruang kerjanya dilengkapi AC.

baca juga  Mahkota Dewa dan 3 Obat Herbal Kista Alami

“Saya ingat ada salah satu pasien yang datang kepada saya dalam kondisi patah tulang. Kebetulan dia baru 6 bulan menikah dan kami sempat khawatir dia mengalami KDRT. Tapi dua hari kemudian, kakinya yang lain juga mengalami patah tulang dan kondisi ini menghilangkan prasangka kami sebelumnya karena itu berarti tulang-tulangnya memang sangat rapuh karena kekurangan vitamin D,” tutur Virmani.

Padahal kekurangan vitamin D dapat diatasi dengan cara yang sangat mudah yaitu paparan sinar matahari sebagai sumber vitamin D terbesar.

Sayangnya menurut Ahluwalia anak-anak zaman sekarang jarang bermain di luar rumah. Mereka lebih suka bermain video game di dalam kamar sehingga paparan sinar mataharinya tak memadai.

“Anak-anak penderita kekurangan vitamin D juga cenderung tidak minum susu atau produk turunan susu lainnya. Belum lagi banyak dari mereka yang suka makan makanan cepat saji. Tak heran jika kadar vitamin D dalam tubuh anak-anak ini hanyalah 3-4 nanogram per mililiter darah, padahal kadar normal vitamin D adalah 30 nanogram per mililiter darah,” tambahnya.

Secara khusus, Virmani juga menyarankan agar para orang tua tidak mendorong anak-anaknya, terutama anak perempuan mereka yang menjaga berat badannya, untuk mengonsumsi susu rendah lemak. “Susu ini sama sekali tak ada manfaatnya dan tidak membuat Anda langsing,” katanya.

Jika bermanfaat. Silakan Share :