Sindrom Mallory-Weiss

 Sindrom Mallory-Weiss

Pengertian Sindrom Mallory-Weiss

Sindrom Mallory-Weiss adalah robekan di dalam lapisan jaringan esofagus (kerongkongan) bernama mukosa. Ini terjadi di tempat antara kerongkongan dan lambung. Mukosa lambung yang robek tidak menular dan biasanya akan sembuh dalam 10 hari, tanpa perawatan khusus apa pun.

 

Gejala Sindrom Mallory-Weiss

Sindrom Mallory-Weiss tidak selalu menunjukkan gejala. Hal ini sering terjadi pada kasus ringan ketika robekan esofagus menyebabkan sejumlah kecil perdarahan yang membaik dengan sendirinya tanpa penanganan.

Namun pada sebagian besar kasus, dapat timbul tanda dan gejala berupa:

  • Nyeri perut
  • Muntah darah
  • Feses yang kehitaman atau disertai darah

Darah yang terdapat pada muntahan umumnya hitam dan bergumpal, menyerupai bubuk kopi. Terkadang, darah juga dapat berwarna merah yang mengindikasikan darah segar. Darah yang tampak pada feses umumnya berwarna hitam seperti aspal, kecuali pada perdarahan besar saat darah masih berwarna merah.

 

Penyebab Sindrom Mallory-Weiss

Sindrom Mallory-Weiss umumnya disebabkan oleh kondisi yang membuat tekanan pada saluran cerna bagian atas meningkat, misalnya akibat muntah yang terjadi terus-menerus dan berlangsung lama. Muntah ini dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti gangguan pada lambung, konsumsi alkohol yang berlebih, ataupun bulimia.

Usia merupakan salah salah satu faktor risiko munculnya sindrom Mallory-Weiss. Orang yang berumur 40–60 tahun memiliki potensi lebih tinggi untuk mengidap kondisi ini. Selain itu, faktor risiko yang juga dapat memicu robekan pada esofagus, antara lain:

  • Hernia hiatus
  • Cegukan berat atau berlangsung lama
  • Gastritis
  • Batuk terus-menerus
  • Kejang
  • Sering mengangkat beban berat
  • Menerima resusitasi jantung paru
  • Penggunaan aspirin atau obat-obatan golongan antiinflamasi nonsteroid

 

Faktor Risiko Sindrom Mallory-Weiss

Faktor-faktor yang mungkin meningkatkan risiko sindrom Mallory-Weiss, seperti:

  • Kecanduan alkohol
  • Batuk atau mendengkur
  • Bulimia
  • Pernah menjalani operasi jantung atau paru-paru
baca juga  Sindrom Cushing

Tidak  memiliki faktor risiko bukan berarti tak mungkin kena sindrom ini. Tanda-tanda ini hanya sebagai acuan. Diskusi dengan dokter spesialis untuk detail lebih lanjut.

 

Diagnosis Sindrom Mallory-Weiss

Diagnosis sindrom Mallory-Weiss umumnya ditentukan berdasarkan hasil wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan penunjang tertentu. Dokter dapat menanyakan riwayat masalah kesehatan yang dialami, termasuk asupan alkohol harian, dan keluhan lain yang terjadi untuk mengidentifikasi masalah yang menyebabkan timbulnya keluhan.

Apabila tanda dan gejala yang dialami menunjukkan kemungkinan terjadinya perdarahan aktif di esofagus, dokter dapat melakukan pemeriksaan yang disebut esofagogastroduodenoskopi (EGD). Pemeriksaan ini menggunakan sebuah pipa kecil dan fleksibel yang disertai kamera yang disebut sebagai endoskop, ke dalam esofagus menuju lambung. Langkah ini dapat membantu dokter mendapatkan gambaran tentang esofagus dan mengidentifikasi lokasi robekan.

Dokter juga dapat meminta pemeriksaan darah rutin untuk memastikan hitung sel darah merah. Hitung sel darah merah umumnya lebih rendah jika terdapat perdarahan esofagus. Dokter dapat menentukan adanya sindrom Mallory-Weiss atau tidak berdasarkan temuan dari berbagai pemeriksaan penunjang tersebut.

 

Pengobatan dan Efek Samping Sindrom Mallory-Weiss

Sebagian besar kasus sindrom Mallory-Weiss akan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika perdarahan yang terjadi tergolong parah dan telah berlangsung lama, maka perlu dilakukan tindakan lanjutan. Tindakan tersebut meliputi:

  • Konsumsi obat-obatan. Karena robekan pada saluran cerna bagian atas disebabkan oleh muntah yang berlangsung secara terus-menerus, maka beberapa obat-obatan, seperti famotidine atau lansoprazoledapat digunakan untuk mengurangi produksi asam di dalam lambung, sehingga meredakan muntah. Namun, risiko dan manfaatnya masih diperdebatkan.
  • Terapi endoskopi. Selain untuk pemeriksaan, endoskopi juga dapat dilakukan untuk mengatasi robekan pada saluran cerna bagian atas penyebab perdarahan. Prosedur ini dilakukan untuk membantu tindakan menghentikan perdarahan dan menutup robekan.
  • Operasi. Operasi dapat dilakukan ketika tindakan medis lain tidak menghentikan perdarahan yang terjadi. Operasi bertujuan untuk menjahit robekan yang ada, sehingga perdarahan dapat segera berhenti. Salah satu teknik operasi yang dilakukan adalah laparoskopi, yaitu tindakan dengan menyayat kulit sebesar lubang kunci.
baca juga  Skleroderma

Jika perdarahan yang terjadi tidak segera ditangani, maka hal tersebut dapat menyebabkan komplikasi, seperti anemia, syok hipovolemik, hipoksia, dan bahkan kematian. Selain itu, tindakan medis yang diambil juga memiliki risiko tersendiri. Berdiskusilah terlebih dahulu dengan dokter, agar diberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi.

 

Pencegahan Sindrom Mallory-Weiss

Untuk mencegah sindrom Mallory-Weiss, penting untuk mengatasi berbagai kondisi yang dapat memicu muntah jangka panjang sejak dini. Konsumsi alkohol berlebihan dan kondisi sirosis hati dapat memicu episode berulang sindrom Mallory-Weiss. Pengidap sindrom ini disarankan untuk menghindari konsumsi alkohol dan berdiskusi dengan dokter.

Jika bermanfaat. Silakan Share :